Internasional

AS Chaos! Biden hingga Obama Kecam Trump

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
07 January 2021 10:28
President Donald Trump, first lady Melania Trump and former President Barack Obama listen as former Canadian Prime Minister Brian Mulroney speaks during a State Funeral at the National Cathedral, Wednesday, Dec. 5, 2018, in Washington, for former President George H.W. Bush. Alex Brandon/Pool via REUTERS

Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi unjuk rasa yang digelar para pendukung Presiden AS Donald Trump berujung rusuh. Massa menerobos masuk ke Gedung Kongres, Capitol Hill, dan membuat sidang pengesahan pemilu AS ditunda sementara.

Presiden terpilih AS, Joe Biden, pun berkomentar soal ini. Politisi asal Negara Bagian Delaware itu mengatakan bahwa aksi anarkis ini merupakan bentuk 'pemberontakan'.


Ia meminta pendukung Trump untuk mundur dan membiarkan proses demokrasi berjalan. "Ini bukan protes, ini pemberontakan," katanya dikutip Kamis (7/1/2021).

Ia pun meminta Donald Trump secara pribadi untuk bergerak. Trump, kata dia, perlu berbicara di televisi dan meminta mengakhiri aksi pengepungan ini.



"Cukup, cukup," katanya.

Sementara itu Presiden ke-44 AS Barack Obama juga turut berkomentar mengenai kejadian ini. Ia menyebut Trump merupakan motor atas kekacauan yang terjadi ini.

"Sejarah akan mengingat dengan tepat kekerasan hari ini di Capitol, yang dipicu oleh presiden yang sedang duduk yang terus berbohong tanpa dasar tentang hasil pemilihan yang sah, sebagai momen penghinaan dan aib besar bagi bangsa kita," kata Obama dalam sebuah pernyataan.

Trump sendiri dalam cuitan terakhirnya telah mengimbau kepada para pendukungnya untuk menaati hukum. Melalui akun Twitternya, Trump menyerukan agar para demonstran menghormati para aparat keamanan dan tidak membuat aksi-aksi kekerasan.

"Saya meminta semua orang di U.S. Capitol untuk tetap damai. Tidak ada kekerasan! Ingat, Kita adalah Partai Hukum & Ketertiban .... Terima kasih!" kata Trump dalam akun Twitternya, @realDonaldTrump.

Dalam aksi ini, seorang demonstran dilaporkan tewas dalam kejadian ini. Diketahui demonstran itu adalah seorang wanita yang tertembak di dada usai memasuki dalam gedung Capitol.

Akibat massa yang menerobos masuk semua anggota parlemen termasuk Wakil Presiden AS Mike Pence diungsikan sementara dari ruang sidang. Foto Reuters menggambarkan gedung Capitol terlihat lulu lantak, dengan kobaran api warna merah di beberapa sudut gedung.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading