PSBB Ketat Jawa-Bali

PSBB Ketat, Gelombang PHK Karyawan Resto di Depan Mata!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
06 January 2021 17:40
Ta Wan mulai menewarkan makanannya di Jalan kawasan Pondok Indah. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mengawali tahun 2021 ini, kalangan pengusaha restoran harus menghadapi tambahan tekanan makin berat setelah pemerintah pusat memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang lebih ketat di berbagai kota di Jawa dan Bali. Kondisi ini makin berat, selama ini berbagai 'jurus' agar bisa bertahan sudah dilakukan oleh pengusaha restoran.

Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bidang Restoran, Emil Arifin menyebut beragam langkah itu tidak berlangsung dalam sekali waktu, melainkan diambil ketika kemampuan perusahaan kian menurun dari waktu ke waktu.

"Misalnya karyawan ada yang sudah di-PHK serta dirumahkan, menu dikurangi, pembayaran sewa pun sudah tidak bayar 100%, beberapa di antaranya ada yang bayar 50%, kemudian bahan baku ada yang bayarnya mundur 6 bulan ke vendor, bahkan sudah minta restrukturisasi bunga pinjaman bank, serta ada yang mencari pemegang saham baru untuk mendapat modal. Kita sudah kehabisan trik," katanya kepada CNBC Indonesia, Rabu (6/1/21).


Salah satu langkah yang perlu diambil yakni dalam hal pengurangan karyawan. Emil menyebut itu tidak mudah, namun mau tidak mau dilakukan demi bisa hidup. Saat ini, banyak karyawan dari sektor restoran mencari kehidupan dengan segala keterbatasan.

"Dari yang tadinya 35 orang karyawan paling 5 orang yang bekerja. Mereka juga harus multi tasking. Kasihan karyawan mau diapain gimana hidup mereka, harian lepas apalagi. Udah setahun hidupnya. Totalnya banyak, berapa ratus ribu karyawan (dari restoran)," sebutnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading