Tok! DMO Batu Bara di 2021 Minimal 25%, Ini Aturan Lengkapnya

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
06 January 2021 12:47
Aktivitas bongkar muat batubara di Terminal  Tanjung Priok TO 1, Jakarta Utara, Senin (19/10/2020). Dalam satu kali bongkar muat ada 7300 ton  yang di angkut dari kapal tongkang yang berasal dari Sungai Puting, Banjarmasin, Kalimantan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)  

Aktivitas dalam negeri di Pelabuhan Tanjung Priok terus berjalan meskipun pemerintan telah mengeluarkan aturan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) transisi secara ketat di DKI Jakarta untuk mempercepat penanganan wabah virus Covid-19. 

Pantauan CNBC Indonesia ada sekitar 55 truk yang hilir mudik mengangkut batubara ini dari kapal tongkang. 

Batubara yang diangkut truk akan dikirim ke berbagai daerah terutama ke Gunung Putri, Bogor. 

Ada 20 pekerja yang melakukan bongkar muat dan pengerjaannya selama 35 jam untuk memindahkan batubara ke truk. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah telah menetapkan aturan penjualan batu bara untuk kepentingan dalam negeri (Domestic Market Obligation/ DMO) pada 2021 ini minimal sebesar 25% dari produksi per produsen.

Selain itu, pemerintah pun menetapkan harga jual batu bara untuk pembangkit listrik di dalam negeri maksimal US$ 70 per ton.

Aturan ini tertuang di dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.255.K/30/MEM/2020 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batu Bara Dalam Negeri 2021 yang ditetapkan Menteri ESDM Arifin Tasrif pada 29 Desember 2020.


Berikut bunyi bagian kesatu Keputusan Menteri ESDM tersebut:

"Menetapkan persentase minimal penjualan batu bara untuk kepentingan dalam negeri (domestic market obligation) kepada pemegang Izin Usaha Pertambangan tahap kegiatan Operasi Produksi Batu Bara, Izin Usaha Pertambangan Khusus tahap kegiatan Operasi Produksi Batu Bara, Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara tahap Operasi Produksi, dan pemegang Izin Usaha Pertambangan Khusus sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak/ Perjanjian sebesar 25% dari rencana jumlah produksi batu bara tahun 2021 yang disetujui oleh pemerintah."

Lalu pada bagian kedua, disebutkan aturan DMO sebesar 25% sebagaimana dijelaskan pada bagian kesatu tersebut harus dipatuhi oleh setiap pemegang izin usaha pertambangan maupun perjanjian karya.

"Pemegang Izin Usaha Pertambangan tahap kegiatan Operasi Produksi Batu Bara, Izin Usaha Pertambangan Khusus tahap kegiatan Operasi Produksi Batu Bara, Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara tahap Operasi Produksi, dan Izin Usaha Pertambangan Khusus sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian wajib memenuhi persentase minimal penjualan batu bara untuk kepentingan dalam negeri (domestic market obligation) sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU."

Lalu, pada bagian ketiga disebutkan jika persentase minimal penjualan batu bara dalam negeri tidak dipenuhi sebagaimana disebutkan dalam bagian kesatu, maka dikenakan kewajiban pembayaran kompensasi terhadap sejumlah kekurangan penjualan batu bara untuk kepentingan dalam negeri.

Pembayaran kompensasi di dalam bagian keempat disebutkan akan diatur dalam Keputusan Menteri tersendiri.

Berdasarkan data Minerba One Data Indonesia (MODI) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, DMO batu bara pada 2021 ditetapkan sebesar 155 juta ton, tidak berubah dari target 2020 yang juga 155 juta ton.

Pasalnya, target produksi batu bara pada 2021 juga tidak berubah dari 2020, yakni 550 juta ton.

Namun realisasi DMO batu bara pada 2020 baru mencapai 69,97% dari target atau sebesar 108,45 juta ton. Sebagaimana dikutip dari data dari Minerba One Data Indonesia (MODI) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rabu (06/01/2021).

Harga Jual Batu Bara ke Pembangkit Listrik Domestik
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading