Produksi Mendekati Target, Ekspor Batu Bara RI Baru Capai 71%

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
10 December 2020 20:07
Aktivitas bongkar muat batubara di Terminal  Tanjung Priok TO 1, Jakarta Utara, Senin (19/10/2020). Dalam satu kali bongkar muat ada 7300 ton  yang di angkut dari kapal tongkang yang berasal dari Sungai Puting, Banjarmasin, Kalimantan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)  

Aktivitas dalam negeri di Pelabuhan Tanjung Priok terus berjalan meskipun pemerintan telah mengeluarkan aturan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) transisi secara ketat di DKI Jakarta untuk mempercepat penanganan wabah virus Covid-19. 

Pantauan CNBC Indonesia ada sekitar 55 truk yang hilir mudik mengangkut batubara ini dari kapal tongkang. 

Batubara yang diangkut truk akan dikirim ke berbagai daerah terutama ke Gunung Putri, Bogor. 

Ada 20 pekerja yang melakukan bongkar muat dan pengerjaannya selama 35 jam untuk memindahkan batubara ke truk. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Produksi batu bara Indonesia sampai dengan hari ini, Kamis (10/12/2020) telah mencapai 514 juta ton atau sekitar 93,45% dari target produksi tahun ini yang dipatok sebesar 550 juta ton.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batu Bara Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sujatmiko dalam acara 'Minerba Virtual Expo 2020', Kamis (10/12/2020).


Dari realisasi produksi tersebut, ternyata ekspor batu bara yang tercatat baru mencapai 282,10 juta ton atau sekitar 71,42% dari target ekspor tahun ini yang mencapai 395 juta ton.

Hal tersebut tercatat dalam aplikasi Minerba One Data Indonesia (MODI) situs Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM.

Berdasarkan data MODI, ekspor tertinggi pada tahun ini terjadi pada Januari 2020 yakni menyentuh 31,78 juta ton, lalu tertinggi kedua pada Maret 2020 yang sebesar 31,01 juta ton. Sementara data ekspor terendah tercatat pada September yakni hanya sekitar 21,04 juta ton, meski pada Oktober sudah meningkat menjadi 25,12 juta ton.

Adapun realisasi penjualan batu bara ke pasar dalam negeri (Domestic Market Obligation/ DMO) hingga awal Desember ini tercatat baru mencapai 108,45 juta ton atau sekitar 69,97% dari target sebesar 155 juta ton.

Penjualan batu bara ke pasar domestik ini tertinggi terjadi pada Maret 2020 yakni mencapai 11,57 juta ton dan terendah pada Juni 2020 yang hanya sebesar 9,78 juta ton.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading