Internasional

Konglomerat China Berakhir Penjara Setelah Kritik Pemerintah

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
05 January 2021 11:08
Hong Kong media tycoon Jimmy Lai, center, who founded local newspaper Apple Daily, is arrested by police officers at his home in Hong Kong, Monday, Aug. 10, 2020. Hong Kong police arrested Lai and raided the publisher's headquarters Monday in the highest-profile use yet of the new national security law Beijing imposed on the city after protests last year. (AP Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Konglomerat China yang juga taipan e-commerce Alibaba, Jack Ma, akhir-akhir dikabarkan 'menghilang'. Tidak ada yang mengetahui secara pasti di mana taipan 56 tahun itu berada.

Selain itu media sosialnya juga tidak mengeluarkan update terbaru mengenai kondisi Ma saat ini. Jika dihitung sudah dua bulan, tak ada aktivitas di Twitter sang konglomerat.

Ini terjadi pasca pemerintah China mengintervensi IPO perusahaan Ant Griup miliknya di awal November. IPO yang sebelumnya diperkirakan memecahkan rekor lebih dari 300 miliar dollar (Rp 4,1 kuadriliun) dibatalkan pemerintah karena soal kepatuhan.

Alibaba, perusahaannya yang lain, juga sedang dalam penyelidikan pemerintah China karena disebut-sebut melanggar undang-undang anti monopoli. Ia pun diminta tidak keluar negeri untuk proses penyidikan.

Namun sebelum itu semua terjadi, Jack Ma sempat menyerukan reformasi sistem keuangan yang "yang menahan inovasi bisnis". Ia menyamakan peraturan perbankan yang diterapkan China saat ini sebagai "klub orang tua".

Jack Ma juga mengatakan Bank China beroperasi dengan mentalitas "pegadaian", sebagaimana dilaporkan oleh Reuters. Mengutip Wall Street Journal pada November 2020 dari sumber pejabat setempat, Presiden Xi Jinping sendiri yang telah memerintahkan regulator China untuk melakukan investigasi.

Sebenarnya Jack Ma bukan satu-satunya pengusaha yang berurusan dengan hukum di China. Bahkan beberapa di antaranya berakhir dengan masuk bui. Berikut diantaranya.

Halaman 2>>

HALAMAN :
1 2 3

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading