Internasional

Alert! Beijing Darurat, Covid Terdeteksi di Seluruh Ibu Kota

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
28 December 2020 06:20
People wearing face masks to help curb the spread of the coronavirus walk across a street as they head for work during the morning rush hour in Beijing, Tuesday, Dec. 15, 2020. (AP Photo/Andy Wong)

Jakarta, CNBC Indonesia - Beijing memperketat pembatasan sosial Covid-19. Liburan membuat jumlah kasus lokal melonjak empat hari berturut-turut, pada Minggu (27/12/2020).

Semua distrik di Beijing diminta memasuki mode 'darurat'. Sejumlah komplek perumahan dan pemukiman tempat infeksi ditemukan disegel.


Distrik Shunyi misalnya, tempat rata-rata kasus ditemukan, mengaku telah menyatakan 'mode masa perang'. Bahkan sudah menguji 800.000 warganya pada Sabtu.

Semuanya disebut kontak dekat dengan kasus-kasus sebelumnya. Dua desa bahkan telah di-lockdown.

Sementara Distrik Chaoyang, tetangga Shunyi, menguji 231.413 orang di tiga lingkungan. Beberapa yang belum menerima hasil tes, tak diizinkan keluar rumah.

Komplek perumahan di Tongzhou juga menerapkan protokol ketat untuk seseorang masuk ke pemukiman itu. Pengecekan suhu dilakukan termasuk mengurangi pintu masuk yang dibuka, tulis Reuters mengutip media lokal.

Bukan hanya Beijing, wilayah terdekatnya, pusat teknologi di China Shenzhen juga melaporkan kasus. Namun pemerintah menyebut asimtomatik (tanpa gejala) kemarin.

Kasus ini disinyalir terkait kluster yang bermunculan di Beijing. Seorang pasien yang terinfeksi sebelumnya melakukan dua perjalanan bisnis ke Beijing bulan ini.

Sebenarnya China telah mengendalikan virus corona namun sejumlah kasus muncul sporadis di sejumlah kota kecil.

Mengutip Global Times, pihak berwenang berencana memvaksinasi 50 juta orang yang berisiko tinggi, sebelum Tahun Baru Imlek, yang jatuh 11 Februari nanti.

Beijing telah meminta semua pengawai sipilnya untuk tidak berpergian dari 1 Januari hingga hari libur Imlek. Pemerintah kota juga meminta masyarakat menghindari perjalanan yang tidak perlu.

Tempat hiburan diminta mengurangi jam operasional. Pertunjukan komersial dilarang mulai 1 Januari .

Tempat ibadah, seperti gereja, juga diminta melakukan hal sama. Beberapa telah berhenti menerima pengunjung serta menyetop kegiatan kelompok.

Artikel Selanjutnya

Beijing Status Darurat, Kasus Corona Kembali Meningkat


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading