Internasional

Vietnam-India Latihan Bareng di LCS, Mau 'Keroyok' China?

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
26 December 2020 22:30
In this photo provided by U.S. Navy, the USS Ronald Reagan (CVN 76) and USS Nimitz (CVN 68) Carrier Strike Groups steam in formation, in the South China Sea, Monday, July 6, 2020. China on Monday, July 6, accused the U.S. of flexing its military muscles in the South China Sea by conducting joint exercises with two U.S. aircraft carrier groups in the strategic waterway.(Mass Communication Specialist 3rd Class Jason Tarleton/U.S. Navy via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Vietnam dan India sedang mengadakan latihan militer bersama di Laut China Selatan (LCS) pada 26 hingga 27 Desember 2020. Latihan ini diadakan sebagai tindak lanjut dari upaya kerja sama maritim bersama dalam menjaga perdamaian di kawasan.

Melansir South China Morning Post, latihan itu akan berlangsung pada hari Sabtu dan Minggu, 2 hari setelah INS Kiltan, sebuah korvet siluman anti-kapal selam India, berlabuh di Kota Ho Chi Minh, Vietnam pada Kamis (24/12/2020) dengan membawa 15 ton pasokan bantuan kemanusiaan bagi mereka yang terkena dampak banjir di bagian tengah negara itu.

Sebelumnya, pada Rabu (23/12/2020), Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi dan mitranya dari Vietnam, PM Nguyen Xuan Phuc, menyerukan Indo-Pasifik yang damai, terbuka dan berdasarkan aturan.


Keduanya juga mengusulkan agar India dan Vietnam sama-sama meningkatkan kemitraan pertahanan dan keamanan mereka.

Kerja sama ini membawa tanda lebih lanjut dari hubungan pertahanan yang menghangat antara New Delhi dan Hanoi, lantaran keduanya memiliki perbedaan dan ketidaksepakatan masing-masing dengan China.

India terlibat dalam sengketa perbatasan yang berkepanjangan dengan tetangga raksasanya yakni China, di pegunungan Himalaya, sementara Vietnam juga telah menjadi lawan paling vokal dari klaim teritorial Beijing di LCS.

India juga diketahui memiliki beberapa proyek eksplorasi migas di wilayah LCS milik Vietnam

Sementara itu media milik pemerintah China Global Times menuliskan bahwa langkah latihan itu "tidak akan membuat ombak baru" bagi Beijing karena perkembangan teknologi dan kekuatan militer China yang pesat.

Selain dengan India, Vietnam juga beberapa kali berupaya meningkatkan hubungan dengan negara lain, termasuk Jepang dan Amerika Serikat (AS).

Selama kunjungan ke Hanoi pada bulan Oktober, PM Jepang Yoshihide Suga pada prinsipnya setuju untuk memasok peralatan dan teknologi militer ke Vietnam.

Dia dan Phuc juga mengakui pentingnya menjaga perdamaian, keamanan, kebebasan navigasi dan penerbangan di LCS.

Ketika Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga mengunjungi Vietnam pada bulan Oktober, para pejabat lokal meminta "kerja sama yang tulus" dari Washington dalam menjaga perdamaian di kawasan, dan menyatakan keinginan untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi.

LCS memiliki kepentingan ekonomi yang sangat besar. Lautan ini menjadi jalur sepertiga dari perdagangan dunia dengan nilai sekitar US$ 3 miliar sekaligus menjadi rumah bagi cadangan minyak dan gas yang besar.

China mengklaim 90% lautan ini, namun Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga mengklaim sebagian darinya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading