Cerita Anne Avantie Soal Pendidikan & Peran Wanita untuk RI

News - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
22 December 2020 18:43
Peran Hebat Perempuan Indonesia di Masa Kini(CNBC Indonesia TV) Foto: Peran Hebat Perempuan Indonesia di Masa Kini(CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perancang busana ternama, Anne Avantie membagikan kisahnya tentang generasi perempuan masa kini dalam memperingati Hari Ibu. Anne berpendapat bahwa kaum perempuan masa kini sudah semakin maju.

Desainer yang terkenal melalui karya kebayanya itu beranggapan sesukses apapun seseorang, adalah berkat didikan orang tua dan khususnya sang ibu. Menurutnya, ibu adalah panutan di mana seorang anak bisa sukses ditangannya.

"Seorang ibu sangat peka terhadap anaknya dan saya merasa sekali pada zaman dulu. Perempuan sukses itu adalah bagaimana tangan seorang ibu yang mengarahkannya," ujar Anne saat webinar bertajuk "Perempuan Hebat untuk Vokasi Kuat", Selasa, 22 Desember 2020.

Dia menuturkan bahwa sejak kecil pendidikannya hanya sebatas tamatan SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan sempat membuatnya dirinya berputus asa. Meski demikian, Anne berprinsip bahwa ia tidak boleh membesarkan anak-anaknya kelak dengan tanpa pendidikan vokasi.

"Pendidikan saya tidak pernah kuliah, tidak pernah mengenyam pendidikan secara khusus dan juga sama sekali tidak pernah melakukan apapun ke luar negeri dengan pemahaman untuk pendidikan yang sifatnya adalah vokasi yang menunjang penguasaan keahlian tertentu," papar dia.

Wanita kelahiran Semarang, 20 Mei 1954 ini mengatakan bahwa menjadi perempuan itu adalah masalah kelahiran dan menjadi bijaksana adalah masalah keputusan. Untuk itu, perempuan memiliki banyak pilihan dalam hidupnya.

Kendati hanya mengenyam hingga bangku SMP, dia ingin menjadi pribadi yang mandiri dan ikut membantu pemerintah. Anne berharap agar para perempuan yang hidup dalam minim edukasi dapat dibekali sehingga pemahaman mereka dapat terus tumbuh.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI, Wikan Sakarinto pun menyebut bahwa kompetensi, hard skill dan soft skill merupakan hal penting dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk itu, setiap peserta didik harus menentukan minatnya masing-masing.

"Jadi kurikulum kita bukan single measurement yang penting hard skill dan soft skill harus dengan kompetensi yang kuat. Nanti akan terwujud SDM yang kompeten dan unggul dengan kemampuan berpikir kritis jadi bukan cuma sekedar ijazah saja," papar dia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

'Supermentor' 2.600 Perusahaan Buka Lowongan Magang Vokasi


(dob/dob)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading