Bersiaplah Crazy Rich, Uangnya Bakal Dipajaki untuk Covid-19

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
05 December 2020 21:08
topik Peso Besar

Jakarta, CNBC Indonesia - Berbagai macam cara dilakukan banyak negara untuk menangani pandemi covid-19 termasuk untuk urusan pendapatan demi pembiayaan anggaran. Para orang terkaya akan menjadi sasaran intensifikasi pajak, seperti yang dilakukan di Argentina.

Senat Argentina mengesahkan penarikan pajak terhadap 12 ribu orang terkaya di negara tersebut untuk membiayai penanganan Covid-19, termasuk untuk pasokan medis dan memberikan bantuan pada orang miskin dan usaha kecil.

Kebijakan ini disebut kontribusi solidaritas yang ditandatangani menjadi Undang-Undang dengan 42 suara pendukung dan 26 yang menentang karena aliansi pro pemerintah melenturkan suara mayoritas.


Dilansir dari AFP, pemerintah Presiden Alberto Fernandez berharap untuk mengumpulkan 300 miliar peso atau sekitar US$ 3,75 miliar, dengan pungutan satu kali yang sebelumnya disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan 133 suara dan 115 menentang.

Sebanyak 44 juta penduduk Argentina telah terdampak parah oleh virus corona, dengan lebih dari 1,4 juta kasus dan lebih dari 39.500 kematian, menurut angka dari Universitas Johns Hopkins. Pandemi ini telah memperburuk tingkat pengangguran dan kemiskinan yang sudah tinggi di negara yang mengalami resesi sejak 2018.

Di bawah skema yang dijuluki "pajak jutawan", orang dengan aset yang dinyatakan lebih dari 200 juta peso akan membayar tarif progresif hingga 3,5% untuk kekayaan di Argentina dan hingga 5,25% untuk kekayaan di luar negeri.

Dari hasil tersebut, 20% akan digunakan untuk persediaan medis untuk pandemi, 20% untuk bantuan UMKM, 15% untuk pengembangan sosial, 20% untuk beasiswa pelajar dan 25% untuk usaha gas alam.

Direktur badan pajak Argentina Mercedes Marcó del Pont mengatakan itu akan mempengaruhi hampir 12.000 pembayar pajak.

"Pajak mencapai 0,8% dari total pembayar pajak," kata salah satu penulis proyek, pembuat undang-undang Carlos Heller dikutip dari AFP, Sabtu (05/12/2020).

"Empat puluh dua persen memiliki aset boneka, yang 92 persennya berada di luar negeri," tambahnya. Dia mengatakan rencana itu "jauh dari membebani aktivitas produktif."

Di sisi yang berlawanan, Daniel Pelegrina, Presiden dari Argentine Rural Society (SRA), memperingatkan bahwa Heller ingin menampilkan sebagai sumbangan orang terkaya.

"Akan tetapi kita tahu apa yang terjadi dengan semua pajak unik itu, pajak itu tetap ada selamanya," katanya.

Sementara Koalisi neoliberal Juntos por el Cambio, mantan presiden Mauricio Macri, mengatakan itu adalah tindakan "penyitaan" bagi para orang terkaya di Argentina.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading