Gegara Vaksin & Air, Pengusaha China Jadi Orang Kaya Baru

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
02 January 2021 15:12
zhong shanshan (Forbes)

Jakarta, CNBC Indonesia - Zhong Shanshan, pengusaha vaksin dan minuman mineral kemasan berhasil menjadi orang terkaya Asia dengan total kekayaan melonjak US$ 7 miliar (Rp 98 triliun, asumsi kurs Rp 14.000/US$) tahun ini. Menjadi total kekayaannya senilai US$ 77,8 miliar atau Rp 1.089,20 triliun.

Total kekayaannya ini berhasil melewati Mukesh Ambani dari India dan Jack Ma dari China yang berturut-turut merupakan orang terkaya Asia.

Dilansir dari BBC, nilai kekayaannya ini menjadikan dia sebagai orang terkaya ke-11 menurut Bloomberg Billionaires Index. Ini merupakan salah satu akumulasi kekayaan tercepat dalam sejarah menurut lembaga tersebut.


Pengusaha yang dijuluki lone wolf, baru saja merambah ke bisnis jurnalisme, pertanian jamur dan perawatan kesehatan.

Perusahaan produsen vaksin miliknya, Beijing Wantai Biological melantai di pasar saham China pada April lalu. Diikuti kemudian oleh perusahaan air kemasannya, Nongfu Spring yang tercatat di pasar saham Hong Kong.

Sejak itu Nongfu Spring telah menjadi salah satu listing terpanas di Hong Kong dan sahamnya telah melonjak 155% sejak perdagangan pertamanya.

Sedangkan saham Beijing Wantai Biological naik lebih dari 2.000% hingga saat ini. Perusahaan ini merupakan salah satu pengembang vaksin Covid-19.

Selama pandemi, kekayaan orang terkaya dunia terus mengalami peningkatan, termasuk orang terkaya dunia pendiri Amazon, Jeff Bezos.

Di India, Ambani melihat kekayaannya melonjak US$ 18,3 miliar menjadi US$ 76,9 miliar saat dia membuat kesepakatan untuk mengubah konglomerat Reliance Industries menjadi raksasa teknologi dan e-commerce.

Awal tahun ini, Facebook mengatakan telah menginvestasikan US$ 5,7 miliar dalam harga potongan perusahaan internet seluler India Reliance Jio, yang dimiliki oleh Ambani.

Namun, kekayaan Jack Ma justru turun dari US$ 61,7 miliar pada Oktober turun menjadi US$ 51,2 miliar karena kerajaan Alibaba mengalami peningkatan pengawasan dari regulator China.

Alibaba diselidiki atas klaim perilaku monopoli sementara afiliasinya, Ant Group, memblokir daftar pasar saham bumpernya pada November.

Sebagian besar miliarder baru China berasal dari industri teknologi. Tetapi meningkatnya ketegangan antara China dan AS atas Huawei, TikTok, dan WeChat juga telah mengalami harga saham teknologi China.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading