Wisata 2020 Hancur Lebur: Turis Ambles, Hotel Berdarah-Darah

News - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
01 December 2020 19:10
Trans Metro Dewata (Dok. Trans Metro Dewata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sudah masuk kuartal terakhir tahun ini, angka pertambahan kasus infeksi Covid-19 belum juga melandai. Akibatnya sektor pariwisata di Tanah Air benar-benar terpuruk akibat sepinya para pelancong. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia di bulan Oktober naik 4,57% (month on month/mom) menjadi 158,2 ribu pengunjung. Namun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu jumlahnya masih terkonstraksi sebesar 88,25% (year on year/yoy).


Sejak Januari-Oktober total pelancong asing yang berkunjung ke RI mencapai 3,72 juta. Jumlah kunjungan drop 72,35% (yoy) dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 13,45 juta pelancong.

Apabila tren kunjungan para turis asing ke RI setiap bulannya bertahan di 160 ribu orang sampai akhir tahun maka total kunjungan wisatawan mancanegara untuk tahun ini mentok di angka 4 juta.

Dengan begitu maka kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia akan mengalami kontraksi sebesar 75% (yoy) dibanding tahun 2019. Sumbangsih devisa pun ikut melorot dengan persentase yang sama dari US$ 19,7 miliar di tahun 2020 menjadi hanya US$ 4,9 miliar di tahun ini.

Saat pandemi Covid-19 merebak di seluruh dunia para pelancong asing yang mendominasi kunjungan ke RI mayoritas berasal dari negara-negara yang memang berbatasan langsung dengan RI seperti Malaysia dan Timor Leste, sehingga jalur darat merupakan jalur yang paling banyak ditempuh oleh para pelancong. 

Anjloknya kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun domestik membuat sektor pariwisata RI menjadi salah satu sektor yang paling terkena dampak dari pandemi Covid-19. 

Kontraksi di sektor ini tentu akan berbuntut pada sektor usaha lainnya yang terkait seperti transportasi, hotel hingga restoran. 

Untuk seluruh tipe angkutan di sektor transportasi yang memuat orang masih mengalami penurunan sejak bulan April. Total penerbangan domestik per Oktober tercatat mencapai 2,2 juta orang (-66,21% yoy), sementara untuk penerbangan internasional sebanyak 40 ribu orang (-97,76% yoy). 

Nasib serupa juga dialami oleh angkutan kereta penumpang yang hanya berhasil membawa 11,94 juta orang per Oktober 2020 atau mengalami kontraksi sebesar 67.25% (yoy).

Untuk jenis kapal laut berhasil mengangkut 1,1 juta orang di bulan yang sama. Jumlah orang yang diangkut melalui jenis transportasi ini masih drop 46,26% (yoy) dibanding periode yang sama tahun lalu. 

Apabila ditotal secara kumulatif maka sektor penerbangan domestik masih turun 59,15% (yoy), penerbangan internasional drop sangat signifikan dengan kontraksi sebesar 77,11% (yoy), angkutan kereta penumpang menyusut 55,2% (yoy) dan kapal penumpang anjlok 40,28% (yoy).

Hotel Kosong dan Berdarah-darah
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading