Gak Cuma Beli Batu Bara, Luhut Minta China Invest Gasifikasi

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
26 November 2020 14:12
Luhut Binsar Pandjaitan. Dok: Tangkapan layar CNBC Indonesia TV

Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) kemarin, Rabu (25/11/2020), baru saja menandatangani kesepakatan kerja sama dengan China Coal Transportation and Distribution Association (CCTDA) untuk meningkatkan ekspor batu bara dari Indonesia ke China.

Dalam keterangan resmi APBI yang diterima CNBC Indonesia hari ini, Kamis (26/11/2020), China sepakat membeli batu bara RI untuk 2021 dan berkomitmen menjalankan isi kontrak tersebut. Kerja sama ini ditandatangani oleh Ketua Umum APBI Pandu Patria Sjahrir dan mitranya dari CCTDA Liang Jia Kun.


"Jangka waktu kerja sama ini sendiri berlangsung selama 3 tahun. Kesepakatan tersebut bernilai US$ 1,46 miliar atau senilai Rp 20,6 triliun," ungkap keterangan resmi APBI yang diterima CNBC Indonesia, Kamis (26/11/2020).

Kesepakatan ini dilaksanakan dalam acara "China-Indonesia Coal Procurement Matchmaking Meeting" yang diselenggarakan secara virtual di mana delegasi China mengikuti acara tersebut di kota Nanning, Provinsi Guangxi sedangkan delegasi RI di Jakarta.

Dalam acara penandatanganan kesepakatan ini turut hadir Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam pidatonya, Menko Luhut menjelaskan kini pemerintah Indonesia sedang menggalakkan program hilirisasi batu bara yang merupakan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendorong energi hijau.

Untuk itu, dia pun mengajak investor dari China untuk berinvestasi di sektor hilirisasi batu bara Indonesia. Apalagi, menurutnya China dikenal sudah sangat maju dalam penguasaan teknologi pengolahan batu bara, termasuk gasifikasi.

Namun demikian, Luhut turut mengapresiasi kerja sama pembelian batu bara dari China ini karena sebagai salah satu langkah dalam rangka pemulihan ekonomi Indonesia pascapandemi Covid-19.

Acara ini dibuka oleh sambutan dari perwakilan kedua pihak. Pertama oleh Mr. Peng Gang, Direktur Jenderal Departemen Urusan Asia, Kementerian Perdagangan China, kemudian sambutan dari pemerintah RI disampaikan oleh Menko Luhut.

Selain itu, Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh China untuk RI Mr. Xiao Qian, dan Duta Besar Berkuasa Penuh RI untuk China dan Mongolia Djauhari
Oratmangun juga turut menyaksikan secara virtual kesepakatan kerja sama ini.

Penandatanganan kerja sama antara APBI dengan CCTDA juga dihadiri oleh anggota APBI yang menjadi eksportir batu bara ke China yaitu Adaro, Bukit Asam, Kideco, Indo Tambangraya Megah, Multi Harapan Utama, Berau dan Toba Bara.

Kerja sama ini diinisiasi oleh pemerintah kedua negara di mana Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia sejak beberapa bulan lalu menjajaki peluang dengan pemerintah China dengan difasilitasi oleh Kedubes China di Jakarta.

Pertemuan langsung tingkat tinggi wakil dari kedua pemerintahan juga telah dilaksanakan beberapa waktu lalu di China. Upaya ini merupakan langkah konkrit pemerintah RI dan China dalam merayakan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Langkah inisiatif dari APBI ini bertujuan untuk menyepakati kebijakan pasokan jangka panjang ekspor batu bara. Selain itu, juga untuk memfasilitasi para produsen batu bara di Indonesia dengan pihak pembeli di China dan meningkatkan perdagangan bilateral kedua negara.

Dalam acara virtual yang juga dihadiri oleh perwakilan dari beberapa perusahaan produsen batu bara nasional, Ketua Umum APBI Pandu Sjahrir mengapresiasi dukungan dari pemerintah dalam mendorong kerja sama perdagangan dan investasi di sektor industri batu bara yang merupakan industri yang berkontribusi signifikan tidak hanya bagi penerimaan negara tetapi juga bagi ketahanan energi nasional.

"Dengan kerjasama ini, produsen batu bara nasional optimis menatap tahun 2021 meskipun pasar batu bara global diperkirakan belum akan pulih sepenuhnya seperti di level tahun 2018-2019," tutup keterangan resmi APBI tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading