Saat Luhut Blak-blakan soal Trump hingga Vaksin Pfizer

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
25 November 2020 10:22
Menko Luhut Binsar Pandjaitan diterima Presiden AS Donald Trump (tengah) di Gedung Putih, Washington pada Selasa, 17 November 2020. (Biro Komunikasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan blak-blakan mengenai kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu.

Kisah itu dipaparkan Luhut dalam acara CEO Networking 2020 (CEON 2020) yang disiarkan secara virtual, Selasa (24/11/2020).

Menurut dia, sejumlah pertemuan penting digelar antara lain dengan Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden AS Mike Pence, hingga Chief Executive Officer (CEO) International Development Finance Corporation (DFC) AS Adam Boehler.


"Dan mungkin baru pertama kali dalam sejarah Indonesia ada seorang pejabat republik yang sampai empat kali ke White House dalam tiga hari. Jadi dalam hari pertama itu saya sampai dua kali bolak-balik sana karena kita merundingkan banyak hal dan mereka sangat mengapresiasi terhadap Indonesia," ujar Luhut.

"Salah satu yang mereka juga apresiasi adalah kepemimpinan Presiden Joko Widodo [Jokowi] dan juga penanganan Covid-19 dan penanganan ekonomi yang mereka anggap itu sangat bisa untuk dicontoh dan dalam aspek ekonomi itu juga menyangkut masalah bagaimana kita memelihara fiskal dan moneter kita. Ini saya kira disampaikan dengan baik oleh mereka," lanjutnya.

Kemudian ia juga sampaikan tujuan datang di White House ketemu dengan Presiden Trump adalah menyampaikan ucapan terima kasih Presiden Jokowi.

"Kepada Presiden Trump, administrasi di sini yang telah bekerja sama selama lebih 4 tahun. Saya bilang itu adalah budaya kami menyampaikan terima kasih penghargaan terhadap teman kerja yang sebentar lagi juga kan bisa menyelesaikan tugasnya," lanjutnya.

Lebih lanjut, dia juga menyampaikan terima kasih kepada Jokowi mengenai kesepakatan Generalized System of Preferences (GSP).

Menko Luhut Binsar Pandjaitan diterima Presiden AS Donald Trump (tengah) di Gedung Putih, Washington pada Selasa, 17 November 2020. (Biro Komunikasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi)Foto: Menko Luhut Binsar Pandjaitan diterima Presiden AS Donald Trump (tengah) di Gedung Putih, Washington pada Selasa, 17 November 2020. (Biro Komunikasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi)
Menko Luhut Binsar Pandjaitan diterima Presiden AS Donald Trump (tengah) di Gedung Putih, Washington pada Selasa, 17 November 2020. (Biro Komunikasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi)

"Mungkin dampaknya besar sekali yaitu kita terus bisa berlanjut sehingga seperti apparel dan kemudian footware itu juga akan tetap menciptakan lapangan kerja," ujar mantan Dubes RI untuk Singapura ini.

Khusus untuk Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Dana Abadi, Luhut bilang Indonesia sudah menandatangani kerja sama dengan IDFC. Nominalnya pun tidak tanggung-tanggung yaitu US$ 2 miliar (Rp 28 triliun).

"Sehingga pada pertemuan-pertemuan berikutnya dengan seperti Black Rock, Black Stones, Carley, itu semua relatif berjalan dengan sangat baik. Tadi saya lapor juga ke presiden bahwa ini segera kita tindaklanjuti karena langkah ini langkah yang bagus," kata Luhut.

Khusus untuk pertemuan dengan Pence, Luhut menyebut pembicaraan berkutat masalah vaksin. Luhut mengklaim AS bersedia membantu.

"Kami sudah follow up dengan video call dengan Secretary of Health-nya dia, Bob, dan dengan Wakil Menteri BUMN Budi Sadikin dan juga BPOM [Badan Pengawas Obat dan Makanan] untuk mereka juga untuk membuat Pfizer kerja sama dengan PT Bio Farma kita. Jadi Indonesia itu menjadi bagian yang baik," katanya.

Luhut juga menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan AS akan tetap baik meski ada pergantian kekuasaan.

Seperti diketahui, pemilihan presiden AS telah menghasilkan pemenang, yaitu Joe Biden bersama pasangannya Kamala Harris. Menurut rencana, Biden akan dilantik pada Januari 2020 mendatang menggantikan Donald Trump.

"Ada yang bertanya bagaimana dengan pemerintahan berikutnya? Pemerintahan yang berikutnya juga saya lihat karena saya ada ketemu dengan beberapa dari Demokrat juga. Mereka juga menyampaikan apresiasi terhadap Indonesia," kata Luhut.

Ia bahkan menyebut ada keterkejutan dan kekaguman mereka terhadap Presiden Jokowi.

"Mereka juga terkejut atau kalau saya bilang mungkin kagum bahwa Presiden Jokowi sudah merencanakan restorasi mangrove seluas 630.000 hektare lebih dalam 4 tahun ke depan," ujar Luhut.

"Karena itu sekarang di dunia masalah lingkungan menjadi sangat penting dan kita merupakan negara yang penghasil karbon kredit terbesar di dunia dari 75% sampai 80% karbon kredit dunia itu ada di Indonesia," lanjutnya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading