RI Segera 'Suntik Mati' PLTU Tua?

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
25 November 2020 09:53
PLTU Paiton Diserbu Ubur-Ubur, PLN Ambil Langkah Strategis Amankan Pasokan Listrik. Dok PLN

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah yakin bauran energi 23% akan dicapai pada tahun 2025 mendatang, meski capaiannya saat ini baru 9,15%. Berbagai upaya pemerintah lakukan demi mengejar target tersebut, salah satunya di sektor kelistrikan.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman Hutajulu mengatakan salah satu upaya untuk meningkatkan porsi energi baru terbarukan adalah dengan mengurangi porsi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara.




Dia mengatakan, saat ini porsi PLTU mencapai 65%. Sementara target energi baru terbarukan (EBT) pada 2025 sebesar 23% sesuai dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dari 10,9% pada semester I 2020. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya untuk meningkatkan porsi EBT ke dalam sistem ketenagalistrikan nasional.

Salah satu cara yang bisa dilakukan menurutnya adalah dengan mengurangi porsi PLTU. Saat ini pihaknya tengah mempertimbangkan PLTU tua yakni pembangkit dengan usia lebih dari 20 tahun untuk dihentikan dan digantikan dengan energi baru terbarukan.



"Kita lagi mau lihat dan menghitung pada PLTU yang tua, yang sudah berumur mungkin 20-25 tahun apa ini di-replace (diganti) atau tetap digunakan," tuturnya dalam dalam acara Indonesia EBTKE ConEx 2020, Selasa (24/11/2020)

Dua opsi tersebut saat ini masih dikaji karena dari segi selisih harga EBT sudah mulai turun, sehingga bisa bersaing dengan harga batu bara. Namun demikian, pihaknya tetap berharap bila pembangkit listrik berbahan bakar EBT yang menggantikan PLTU ini, tidak akan membebani PLN di dalam biaya pokok penyediaan (BPP) listrik.

Opsi lain yang tengah dipertimbangkan yakni, EBT untuk menggantikan PLTU melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

"Apa replace dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) karena dia less maintenance, cepat dibangun, dan harganya cenderung turun," tuturnya.

Pilihan lain adalah PLTU dipertahankan dengan substitusi energi primernya dengan biomass co-firing. Menurutnya, di beberapa pembangkit telah dilakukan pengujian dengan kandungan biomassa 3%-5% sebagai bahan bakar PLTU dan hasilnya pun menunjukkan tidak ada gangguan pada pembangkit.

"Jadi, harus ada kami masih lakukan kajian apakah bisa PLTU bisa diganti dengan pembangkit-pembangkit baru seperti PLTS atau PLTU dipertahankan dengan substitusi energi primernya dengan biomass," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading