Covid-19

Pengusaha Hotel Belum Happy, Akhir Tahun Harus Gigit Jari

News - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
18 November 2020 19:41
Hotel Mewah Tempat Kim Kardashian Menginap di Bali. (Dok. Soori Bali)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi virus corona telah membuat pengusaha industri pariwisata Indonesia mengalami kerugian dalam. Terhitung sejak bulan Mei 2020 setidaknya sudah banyak tempat wisata, restoran dan hotel banyak yang ditutup karena dampak pandemi covid-19. Akhir tahun yang biasa jadi masa panen kini harus gigit jari.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan bahwa proyeksi pariwisata domestik masih terbilang suram atau belum bisa belik ke kondisi normal sampai akhir tahun ini. Namun, bukan berarti tidak ada kenaikan sama sekali.

"Kalau mendongkrak lebih banyak sepertinya tidak. Namun paling menjadi lebih baik kondisinya ketimbang tidak ada aktivitas. Kalau ekspektasi kondisinya seperti bulan Desember tahun lalu tentu tidak," kata Hariyadi dalam program acara Power Lunch CNBC Indonesia, Rabu (18/11/2020).


Dia menjelaskan bahwa tidak banyak masyarakat yang mau mengeluarkan uang lebih banyak. Mereka sangat hati tidak seperti tahun lalu karena sekarang daya belinya cukup rendah.

Sementara itu kenaikan proyeksi pariwisata akan terjadi di tempat wisata ketimbang di kota.

"Mereka menghindari spending terlalu banyak dan lebih menahan diri. Pasti akan lebih baik tapi yang lebih menikmati lokasi destinasi wisata. Kalau perkotaan saya rasa sebaliknya malah sepi," katanya.

Berkaca pada Bali saat long weekend bulan Oktober lalu, kenaikan pengunjung domestiknya pun tidak terlalu signifikan, hanya sekitar 9000 orang per hari.

Dia pun memperkirakan untuk akhir tahun ini rata-rata kenaikannya hanya 35-40 persen. Namun kembali pada bulan Januari 2021 akan kembali menurun lagi.

"Mungkin kalau lihat di akhir tahun ini okupansi rata-rata saya pikir akhir tahun 35-40 persen dan sudah bagus. Itupun dinikmati libur panjang yang cuti lebaran digeser akhir tahun ini. Masuk Januari 2021 bisa drop lagi," ungkap Hariyadi.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading