Thailand Makin Membara! Kerusuhan Pecah, 40 Orang Terluka

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
18 November 2020 11:19
Kekacauan melanda area sekitar gedung parlemen Thailand di Bangkok yang meliputi bentrokan antara demonstran dan petugas keamanan. (AP/Wason Wanichakorn)

Jakarta, CNCB Indonesia - Kerusuhan pecah di Thailand, Selasa (17/11/2020) malam. Mengutip Associated Press, ini menyebabkan 40 orang terluka di mana lima orang dikabarkan mengalami luka tembak.

Korban tertembak disebut mahasiswa. Namun belum diketahui apakah korban terkena peluru tajam atau karet.




Melansir Bangkok Post, ini merupakan kerusuhan 'berdarah' pertama yang terjadi antara pendemo dan kepolisian. "Ini sangat brutal," kata seorang pendemo berasal dari organisasi FreeYouth, bernama Oh, dikutip Rabu (18/11/2020).

Demo di Thailand menuntut Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengundurkan diri dan pembatasan kekuasaan Raja Maha Vajiralongkorn. Protes sudah berlangsung sejak Juli 2020.


Kemarin polisi menembakkan gas air mata dan water cannon untuk membubarkan massa. Pasalnya demonstran mencoba menembus barikade keamanan di depan parlemen Thailand.

Polisi menyatakan bahwa protes dilarang dalam jarak 50 m dari kawasan tersebut. Namun, imbauan itu tidak dilaksanakan. Ada 1.000 lebih orang yang datang di demo itu menurut AP kemarin.

Juru bicara pemerintah Anucha Burapachaisri membenarkan langkah polisi. Hal tersebut, kata dia, untuk menjaga keamanan parlemen.

Kerajaan tak memberikan komentar sejak protes berlangsung. Sebelumnya Raja Maha menyebut akan ada kompromi saat ditanya wartawan pekan lalu.

"Ini bukan kompromi," kata pemimpin oposisi Thailand, Thanathorn Juangroongruangkit.

Prayuth memimpin Thailand sejak 2014. Ia tetap menjabat sebagai PM setelah pemilu diselenggarakan tahun lalu.

Ia menolak kemenangan oposisi. Menurutnya pemilu tidak adil.




[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading