33 Ribu Jemaah Tak Lolos Umrah, Ternyata Uang Tak Mudah Balik

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
02 November 2020 19:30
Umat Muslim mengelilingi Ka'bah, saat menjalani ibadah Umrah, di kota suci Muslim di Mekah, Arab Saudi. (AP/Amr Nabil)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jemaah umrah Indonesia sudah bisa menjalankan ibadah umrah mulai Minggu (1/11) kemarins setelah dapat persetujuan Arab Saudi. Namun, ada regulasi dari Arab Saudi yang tak mengizinkan jemaah berusia di bawah 18 dan di atas 50 tahun untuk ikut serta.

Jumlahnya tidak sedikit, ada sebanyak 2.601 (4%) berusia di bawah 18 tahun, dan 30.828 (52%) jemaah berusia di atas 50 tahun, sehingga totalnya lebih dari 33 ribu.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, apakah calon jemaah yang gagal lolos persyaratan tersebut bisa mengajukan refund atau pengembalian uangnya?


Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Firman M. Nur sangat tidak merekomendasikan langkah itu. Pasalnya, biaya yang sudah disetorkan ke biro umrah sudah banyak dibayarkan ke berbagai hal, di antaranya hotel, transportasi dan makanan selama jamaah berada di Arab Saudi.

"Sesuai anjuran pemerintah karena sudah ada biaya di pihak lain, akan lebih baik menjadwal ulang. Mereka sudah dibelikan tiket, sudah didepositkan, atau paketnya," kata Firman kepada CNBC Indonesia, Selasa (2/11).

Dengan sudah menyebarnya uang yang disetorkan jamaah ke para vendor atau mitra agen perjalanan, maka kebijakan refund bakal sulit dilakukan. Apalagi, biaya umrah kini yang harus ditanggung jamaah bakal lebih tinggi. Penyebabnya karena sejumlah protokol yang dibuat Pemerintah Arab Saudi mengharuskan jamaah merogoh kocek lebih dalam.

"(Peningkatan harga) sekitar 30% dari harga sebelumnya. Kalau mereka mau berangkat pasti ada penyesuaian harga, karena paketnya juga beda. Perjalanan lebih panjang karena ada karantina 3 hari," kata Firman.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading