Heboh Seruan Boikot Produk Prancis, Dari Danone Hingga Dior!

News - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
31 October 2020 11:20
ILE PHOTO: A woman with a Louis Vuitton-branded shopping bag looks towards the entrance of a branch store by LVMH Moet Hennessy Louis Vuitton in Vienna, Austria October 4, 2018. REUTERS/Lisi Niesner

Jakarta, CNBC Indonesia - Seruan untuk memboikot produk Prancis semakin ramai jadi perbincangan. Hal ini terkait usai sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang disebut tidak menghiraukan maupun menggubris peringatan umat Islam sedunia dengan membiarkan penerbitan karikatur Nabi Muhammad SAW.

Di Kuwait, beberapa jaringan supermarket mulai mengeluarkan semua produk Prancis dari rak sebagai bentuk aksi protes. Di Qatar, Alwajba Dairy Company dan Almeera Consumer Goods Company mengatakan mereka akan memboikot produk Perancis dan akan memberikan alternatif lain.

Kampanye lain juga dilaporkan di Yordania, Palestina hingga Israel. Universitas Qatar juga bergabung dalam kampanye boikot, mengumumkan bahwa mereka memutuskan untuk menunda Pekan Budaya Prancis sebagai protes atas penghinaan anti-Islam.


Lantas bagaimana dengan RI? Ya, RI juga menjadi salah satu negara yang mengecam kartun nabi. Namun pemerintah sampai saat ini tidak mengambil sikap serupa dengan banyak negara Islam yang mengampanyekan boikot produk Prancis.

Direktur Eksekutif Research Director at Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, mengatakan bahwa sebenarnya hubungan dagang RI dengan Prancis tak terlalu besar, sehingga dampaknya minim.

"Dengan Eropa yang paling besar, trade kita dengan Jerman dan Belanda, setelah itu Inggris," katanya kepada CNBC Indonesia, Kamis (29/10/2020).

Adapun beberapa produk dari Prancis yang terkenal di RI yakni dari Danone, L'Oreal, dan jenama (merek) mode mewah Louis Vuitton, Dior, Lacoste, Givenchy dan lainnya.

BPS mencatat sepanjang Januari-Juli 2020 nilai total impor dari Prancis ke Indonesia mencapai US$ 682 juta, turun 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Produk yang diimpor Indonesia antara lain, senjata dan peluru 282,029 Kg, senilai US$ 71,9 juta. Selain itu, pulp and waste paper 111,8 juta kg, senilai US$ 45,9 juta. Juga ada impor mesin dan motor termasuk suku cadang 699.281 kg senilai US$ 436 juta.

Tercatat juga produk kesehatan dan farmasi sebanyak 681.044 kg, nilainya US$ 33,9 juta. Produk lainnya yaitu kedelai 120.743 kh nilainya US$ 73.370. Indonesia juga mengimpor mentega 286.790 kg nilainya US$ 238 juta.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading