Sulap Pulau Komodo Jadi 'Jurassic Park', RI Surati UNESCO

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
28 October 2020 18:55
Pulau Padar, Padar Island, Labuan Baju Flores, Pulau Komodo (CNBC Indonesia/Lidya Kembaren)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah polemik pengembangan wisata super premium bak 'jurassic park' di Pulau Komodo, pemerintah mengklaim sudah berkirim surat ke UNESCO. Lembaga PBB ini yang mengakui Pulau Komodo sebagai situs warisan dunia pada 2001 silam.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KASDAE KLHK), Wiratno mengklaim pemerintah telah memberikan surat pemberitahuan kepada UNESCO (Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB) terkait pembangunan wisata eksklusif di Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Yang kirim surat EIA (Environment Impact Assessment) adalah Menteri PUPR selaku pemprakarsa. Surat disampaikan oleh PUPR kepada KNIU Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO. Jadi KNIU kirim ke Kedutaan Besar RI di Paris dan kepada UNESCO. Surat pemberitahuan kita mau memperbaiki sarana prasarana agar berkelas internasional dan terpadu," kata Wiratno, Rabu (28/10).


Izin tersebut harus diberikan karena Taman Nasional Komodo telah masuk ke dalam warisan dunia World Heritage Site UNESCO serta memiliki outstanding universal value (UOV) atau kriteria nilai universal luar biasa.

"(Sekarang) kecil-kecil terpencar-pencar dan sarana prasarana yang rusak. Ini yang kita lakukan karena World Heritage. Jadi udah ada surat, selain izin lingkungan itu juga ada surat kita ke UNESCO," jelasnya.

Persoalan lingkungan menjadi santer yang disorot dalam pembangunan itu. Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Arief Rachman sempat mengingatkan Pemerintah harus mempertimbangkan pelestarian dan perlindungan habitat hewan purba tersebut.

Pelestariannya, dan agar manusianya juga jangan terlalu banyak yang datang sehingga komodo tidak bisa berkembang, maka harus ada pengendalian. Pengendaliannya oleh UNESCO diminta supaya menyiapkan Amdal," kata Arief Rachman dilansir dari CNNIndonesia, Rabu (28/10).


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading