Panas Lagi! AS Kerahkan Patroli Pantai Awasi China di LCS

News - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
24 October 2020 12:50
Rudal China Yuncheng meluncurkan rudal anti-kapal selama latihan militer di perairan dekat Pulau Hainan dan Kepulauan Paracel, China selatan. AP/Zha Chunming

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) mengerahkan kapal penjaga pantai ke Pasifik Barat untuk mengawasai aktivitas ilegal fishing di wilayah yang sedang menjadi sengketa, Laut China Selatan (LCS). 

AS menuduh China melakukan penangkapan ikan secara "ilegal" dan "tidak diatur", serta "pelecehan" terhadap kapal-kapal penangkap ikan dari negara-negara kawasan, kata Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Robert O'Brien dalam sebuah pernyataan.

Kapal patroli kelas Sentinel akan melakukan operasi keamanan maritim, termasuk membantu kapal penangkap ikan "bekerja sama dengan mitra regional yang memiliki kapasitas pengawasan dan penegakan terbatas di lepas pantai, dan memastikan kebebasan navigasi," katanya.


Washington menuduh China melanggar hukum internasional dengan mengirimkan kapal perangnya sebagai pengawal bagi kapal penangkap ikan China ke daerah penangkapan ikan di negara lain.

Pada bulan Juli, Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengecam sejumlah perilaku buruk Tiongkok di Laut China Selatan. Beberapa bulan sebelumnya menuduh militer China telah menenggelamkan sebuah kapal penangkap ikan Vietnam, mengganggu pengembangan minyak dan gas Malaysia dan mengawal armada penangkap ikan China ke Zona ekonomi eksklusif Indonesia.

O'Brien menambahkan bahwa Penjaga Pantai, yang berada di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), juga sedang mempelajari apakah akan secara permanen menempatkan beberapa kapal patrolinya di wilayah Samoa Amerika di Pasifik Selatan.

Bulan lalu, Indonesia memprotes serangan kapal penjaga pantai Tiongkok di zona ekonomi eksklusifnya, yang terletak di antara perairan teritorialnya sendiri dan perairan internasional dan di mana negara mengklaim hak eksklusif untuk mengeksploitasi sumber daya alam.

China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan sebagai miliknya, klaim yang digugat oleh beberapa negara termasuk Malaysia, Taiwan, Filipina, dan Indonesia.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading