Sri Mulyani Tolak Pajak 0% Mobil Baru, Ternyata Ini Alasannya

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
20 October 2020 15:42
Petugas melakukan pengecekan fisik kendaraan sebelum di kirimkan ke pelanggan di Dealer Honda Sawangan, Depok, Jawa Barat (17/9/2020). Kementerian Perindustrian mengusulkan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar 0 persen atau pemangkasan pajak kendaraan bermotor (PKB). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membeberkan alasan tidak memberlakukan pajak 0% untuk mobil baru yang diusulkan oleh Kementerian Perindustrian dan industri otomotif.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, saat ini pihaknya lebih memilih memberikan insentif kepada seluruh sektor industri. Jadi tidak hanya fokus ke satu sektor industri seperti otomotif.

"Tadi sudah disampaikan bahwa pemberian insentif pajak di era pandemi ini diarahkan kepada multi-industri, broad based (lebih luas)," ujar Suahasil kepada CNBC Indonesia, Selasa (20/10/2020).


Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan sudah menyampaikan usulan kepada Kementerian Keuangan terkait insentif bagi industri otomotif berupa pembebasan pajak untuk pembelian mobil baru, mencakup PPN, hingga PPnBM sampai Desember 2020.

Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan tegas menolak usulan pemberlakuan pajak 0% untuk mobil baru tersebut. Kementerian Keuangan pun dikatakan tidak melakukan pembahasan terkait wacana tersebut.

"Kita tidak mempertimbangkan saat ini untuk memberikan pajak mobil baru sebesar 0% seperti yang disampaikan oleh industri dan Kementerian Perindustrian," ujar Sri Mulyani melalui video conference, Senin (19/10/2020).

Apalagi, eks Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menilai sudah banyak insentif yang diberikan oleh pemerintah kepada semua sektor, termasuk industri yang sangat tertekan akibat pandemi Covid-19.

"Kita akan terus coba untuk berikan dukungan-dukungan kepada sektor industri keseluruhan melalui insentif-insentif yang kita sudah berikan," kata dia.

Sri Mulyani bilang semua insentif yang sudah diberikan pemerintah pun akan tetap dievaluasi. Dengan demikian, nantinya insentif yang diberikan memang bermanfaat bagi ketahanan semua industri dalam menghadapi situasi sulit saat ini.

"Setiap insentif yang diberikan kita akan evaluasi lengkap, sehingga kita jangan berikan insentif di satu sisi yang berikan dampak negatif ke kegiatan ekonomi lain," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wkwkwk! Pedagang Mobil Bekas Happy Pajak 0% Mobil Cuma PHP


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading