Rusdi Kirana Dikabarkan Bikin Maskapai Baru, Lion Tak Bantah

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
01 October 2020 15:45
Pemilik Lion Air Rusdi Kirana

Jakarta, CNBC Indonesia - Pendiri Lion Air Group Rusdi Kirana dikabarkan tengah membentuk maskapai penerbangan baru. Kabar ini beredar dari informan yang enggan disebutkan namanya.

Sebagaimana dilaporkan Bloomberg, dari artikel berjudul "Lion Air's Founders Planning to Launch New Airline in Indonesia" diungkap bahwa rencana Rusdi Kirana ini berkaitan dengan pengembangan bisnis penerbangan di tengah situasi krisis.

Laporan itu juga mengungkapkan bahwa Kepala Bagian Kerja Sama Internasional, Humas dan Umum Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Budi Prayitno mengungkapkan Kemenhub memang sedang memproses pengajuan izin operator maskapai penerbangan, tanpa menjelaskan lebih lanjut.


Sementara itu, pihak Lion Air Group merespons kabar tersebut dengan irit bicara. Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, tidak membantah adanya rencana tersebut. Kendati demikian, dia juga tak menjelaskan detail rencana pembentukan maskapai baru Rusdi Kirana.

"Saya belum bisa memberikan keterangan terlebih dahulu," ujarnya kepada CNBC Indonesia, ketika di konfirmasi pada Kamis (1/10/20).

Rencana pembentukan maskapai baru ini mencuat di tengah adanya persoalan hukum yang dihadapi Lion Air Group. Maskapai ini digugat di Pengadilan Niaga London, Inggris, hingga 10 juta pound (Rp 189 miliar). Goshawk Aviation Ltd menuntut maskapai milik Rusdi Kirana itu karena berutang pembayaran sewa tujuh jet Boeing.

Dikutip dari media Law360, yang khusus membahas masalah hukum perusahaan berbasis di AS, ada perjanjian yang dilakukan kedua perusahaan di tahun 2015 hingga 2020. Lion setuju memberi uang muka (deposit) sebesar 5,5 juta pound untuk perjanjian sewa.

Goshawks dan delapan perusahaan afiliasinya mengatakan jumlah tunggakan Lion Air mulai dari 1,6 juta hingga 2,5 juta pound. Para penggugat mengharapkan bisa memenangkan gugatan dan menerima 10 juta pound sebagai kompensasi. Media itu juga menulis formulir gugatan dimasukkan 24 Juli. Penggugat diwakili Holman Fenwick Willan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Batik Air Terancam Sanksi Gegara Langgar Batas 50% Penumpang


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading