Pariwisata Masih Megap-Megap, Turis Hingga Hotel Masih Sepi

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
01 October 2020 16:17
Warga Negara Asing mengantri pembelian tiket pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Banten, Kamis (30/8). Mengatasi masalah defisit transaksi berjalan pada neraca perdagangan, Menko Luhut membuat 8 butir keputusan di bidang pariwisata bersama dengan beberapa kementerian/lembaga dan Pemda. Solusi di sektor ini merupakan yang paling cepat dan efektif dibandingkan sektor lainnya. Menko Luhut yang menargetkan perolehan devisa negara dari sektor pariwisata sebesar USD 17,6 milyar pada 2019 dan USD 28,5 milyar pada 2024.CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan jumlah kunjungan wisata mancanegara (wisman) di Indonesia turun drastis. Pada Agustus 2020 jumlah kunjungan wisman mencapai 164,97 ribu kunjungan atau turun 89,22% jika dibandingkan dengan Agustus 2019 yang mencapai 1,53 juta kunjungan.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, jumlah kunjungan wisman yang tercatat pada bulan Agustus 2020 tersebut juga mereka adalah wisman karena perjalanan bisnis atau karena bekerja, bukan karena menikmati waktu luang (leisure).

"Mengindikasikan bahwa recovery untuk wisman ini butuh waktu lama dan akan tergantung pada penanganan covid-19 di Indonesia dan negara-negara lainnya," jelas Suhariyanto dalam video conference, Kamis (1/10/2020).


"Catatannya untuk pariwisata, nampaknya butuh recovery yang sangat-sangat panjang. Bukan berarti kita harus apatis, tapi harus membuat terobosan," kata Suhariyanto melanjutkan.

Dari 165 ribu wisman tersebut, dijelaskan Suhariyanto mayoritas datang melalui darat yakni sebesar 65% dan yang melalui udara hanya 4%, serta laut 31%.

Suhariyanto merinci secara tahunan (year on year/yoy), di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng terjadi penurunan 98,22%, Bandara Sam Rantulangi, Manado turun 93,56%, dan terparah yakni terjadi penurunan 100% di Bandara Kualanamu, Medan.

Penurunan (yoy) kedatangan wisman juga terjadi di Pelabuhan Batam yang turun 99,18%, Pelabuhan Tanjung Benoa turun 99,4%, dan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun turun 100%.

Adapun di jalur perbatasan Entingkong juga menurun 98,15%, Atambua turun 99,67%, dan Aruk turun 99,81%.

Dengan adanya penurunan tajam jumlah kunjungan wisman, baik dari udara, darat, dan laut, Suhariyanto berpesan kepada kementerian dan otoritas terkait untuk mengantisipasi terhantamnya sektor pendukung, seperti perhotelan, restoran, dan sebagainya.

"Jadi dengan melihat penurunan tajam ini, kita perlu antisipasi dampak yang terjadi di sektor-sektor pendukung pariwisata, baik itu transportasi, hotel dan akomodasi, makanan-minuman, dan sebagainya, tutur Suhariyanto.

Wisman Terbanyak Berasal dari Timor Leste

Dari 165 ribu kunjungan wisman pada Agustus 2020, BPS mencatat paling banyak berasal dari Timur Leste yakni sebanyak 89,4 ribu kunjungan atau 54,2%.

Kemudian wisman terbanyak kedua yakni berasal dari Malaysia yang mencapai 58,3 ribu kunjungan atau dengan porsi 35,3%. Wisman Tiongkok yang biasanya mendominasi jumlah kunjungan wisman, di bulan Agustus ini, jumlah kedatangan hanya mencapai 3,7 ribu kunjungan atau dengan porsi 2,2%. Serta wisman dari negara lain sebanyak 13,6 ribu kunjungan atau dengan porsi 8,3%.

"Tiongkok hanya 2,2%, padahal biasanya wisman dari Tiongkok paling mendominasi," jelas Suhariyanto.

Dibandingkan dengan Agustus 2019, jumlah wisman pada Agustus 2020 dari semua negara mengalami penurunan. Dari Kuwait turun 100%, Australia turun 99,87%, Selandia Baru turun 99,81%, Papua Nugini turun 86,8%, Malaysia turun 77,48%, dan Timor Leste turun 14,12%.

"Hampir semua negara, tujuannya wisman menjadi terbatas. Kembali kuncinya adalah penanganan kesehatan di seluruh negara. Jika penanganan kesehatan baik, tentunya tidak banyak orang yang ragu untuk melakukan wisata," kata Suhariyanto.

Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman pada Januari hingga Agustus 2020 sebanyak 3,41 juta atau menurun 68,17% jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu, yang mencapai 10,71 juta wisman.

Tingkat Penghunian Kamar Hotel dan Transportasi

Dari sebanyak 165 ribu wisman yang berkunjung ke Indonesia juga berdampak pada tingkat penghunian kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang. Hingga Agustus 2020, TPK berada di level 32,92 atau naik 3,86 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, tetap menurun 21,21 poin jika dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Sementara perkembangan transportasi, di sektor udara tercatat 1,99 juta penumpang domestik per Agustus tahun ini. Angka itu naik 36,23% dibanding bulan sebelumnya dan turun 70,43% secara tahunan. Sementara penumpang internasional tercatat sebanyak 0,03 juta orang atau naik 21,01% secara bulanan dan turun 98,14% secara tahunan.

Untuk kereta api, jumlah penumpang yang berhasil diangkut sebanyak 12,77 juta orang per Agustus 2020. Angka itu naik 4,38% secara bulanan dan turun 63,70% secara tahunan. Sementara barang yang berhasil diangkut sebanyak 4,14 juta ton atau naik 5,92% secara bulanan dan turun 5,32% secara tahunan.

Selanjutnya, untuk perkembangan angkutan laut, jumlah penumpang yang berhasil diangkut sebanyak 1,10 juta orang atau naik 31,40% dari bulan sebelumnya dan turun 45,89% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara jumlah barang yang diangkut sebanyak 25,53 juta ton atau naik 4,91% dibandingkan bulan sebelumnya dan turun 1,94% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jepang Izinkan 250 WNA Berkunjung ke Negaranya


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading