Ini Rahasia Ekonomi Vietnam tetap Tumbuh Positif di 2020

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
25 September 2020 20:45
A woman walks past a row of T-shirts printed with Vietnamese flags in Hanoi, Vietnam on Thursday, Jul.30, 2020. For 99 days, Vietnam seemed to have defeated the coronavirus, but now a new outbreak in the city of Da Nang has grown to over 40 cases in six cities and authorities are beginning to reimpose broader restrictions. (AP Photo/Hau Dinh)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi virus corona (Covid-19) memang membuat ekonomi dunia terpukul, tidak terkecuali Vietnam. Meskipun begitu, perekonomian Vietnam masih tumbuh positif.

Kuartal pertama (Q1) tahun 2020, Vietnam mengalami pertumbuhan 3,8%. Sementara pada Q2 ada pertumbuhan positif meskipun kecil, yakni 0,4%.

Duta Besar RI untuk Vietnam, Ibnu Hadi mengatakan proyeksi Q3 dan Q4 Vietnam diprediksi akan berada pada angka 2%.


"Akhir 2020, proyeksi Vietnam untuk tumbuh tadinya 5% tapi sudah direvisi menjadi kemungkinan naiknya 2%-2,5%. Jadi tetap positif," kata Ibnu dalam wawancara Closing Bell CNBC Indonesia, Jumat (25/9/2020).

Ekonomi Vietnam sendiri, menurut Ibnu, cukup bergantung dengan ekspor internasional. Tetapi berkat pemerintah yang dengan cepat mengantisipasi, Vietnam masih mampu tumbuh secara positif.

"(Pemerintah) memfasilitasi bisnis-bisnis yang sifatnya ekspor untuk produk-produk tertentu, sehingga tetap bisa berjalan walaupun tetap berpengaruh akibat corona. Jadi memang dengan segala cara Vietnam mencoba agar ekonominya tetap bisa berjalan," imbuh Ibnu, menambahkan Vietnam gencar mendorong penjualan garmen, sepatu, hingga alat kesehatan.

Sementara industri pariwisata masih belum pulih. Dikatakan Ibnu banyak toko dan bisnis terkait pariwisata masih tutup, termasuk hotel dan lokasi wisata.

"Pariwisata di Vietnam itu cukup signifikan. Jumlah turis pada 2019 mencapai 18 juta orang, sehingga pendapatan dari pariwisata cukup besar. Dengan tidak adanya turis, industri pariwisata cukup terpukul. Tetapi untuk bisnis yang ada di sub-urban, tampaknya tidak terlihat adanya penutupan toko," tukasnya.

Vietnam kini tercatat memiliki 1.069 kasus positif, dengan 35 kematian, dan 999 pasien berhasil sembuh. Sementara kasus aktif yang berada di rumah sakit kini hanya ada 40 orang, dengan 26 kasus impor, dan 14 kasus berasal dari penyebaran lokal.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading