Sampai Kapan RI Bakal Resesi? Simak Ramalan Ini

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
24 September 2020 13:54
Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan (kiri) bersama Andry Asmoro (kanan) dalam acara Macroeconomic Outlook Semester II-2018 Bank Mandiri

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyebutkan pada kuartal ketiga tahun ini, ekonomi Indonesia akan mengalami kontraksi alias minus. Namun berpotensi lebih baik dibandingkan pertumbuhan kuartal kedua 2020.

Menutup bulan September ini pertumbuhan PDB akan berada pada posisi -3% dibanding dengan -5,32% pada periode April-Juni lalu. Karena sudah dua kuartal berturut-turut ekonomi Indonesia minus, maka kondisi sudah dipastikan resesi.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, mengatakan mau tak mau Indonesia akan mengalami resesi tahun ini, tapi tak akan sedalam dengan beberapa negara di kawasan seperti India, Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapura serta Eropa dan Amerika.


Membaiknya posisi perekonomian, meski masih negatif, ini didorong oleh mulai dilakukannya pelonggaran aktivitas masyarakat setelah pelaksanaan PSBB ketat di kuartal kedua 2020.

"Proyeksi pertumbuhan ekonomi di triwulan-III diperkirakan masih akan berada pada teritori negatif namun dengan arah membaik dibandingkan triwulan-II. Hal ini sejalan dengan dinamika ekonomi global di mana banyak negara-negara dunia yang juga sudah memasuki resesi kecuali Vietnam dan Tiongkok yang masih mencatat pertumbuhan positif," kata Andry secara virtual, Kamis (24/9/2020).

Sedangkan pada kuartal IV-2020, muncul ekspektasi pertumbuhan ekonomi akan kembali menunjukkan pemulihan, namun belum bisa positif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV-2020 diperkirakan stagnan alias 0%, dengan kemungkinan paling buruk masih minus 3%.

Andry menekankan, pertumbuhan ekonomi menuju 0% ini harus ditopang dengan adanya stimulus ekonomi lanjutan dari pemerintah yang harus diluncurkan pada akhir bulan ini atau selambatnya pada awal kuartal keempat.

"Mulai positif tadinya kami memperkirakan di kuartal empat. Namun bisa saja kuartal keempat bisa positif ke 0% kalau memang ada stimulus yang memang disalurkan cepat di awal kuartal empat atau akhir kuartal tiga yang tinggal beberapa hari lagi," tegasnya.

Secara keseluruhan, untuk full year 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan berada pada posisi 1%-2% year on year (YoY).

Tahun depan, perekonomian diprediksi akan mulai membaik, namun masih belum akan mengalami pertumbuhan yang sama seperti sebelum masa Covid-19.

Pada 2021 perekonomian akan mulai menanjak pada kuartal satu dengan pertumbuhan diperkirakan pada posisi 2,54%.

Pertumbuhan ekonomi diprediksi akan kembali stabil mulai pada kuartal kedua 2021 dengan perkirakan tumbuh 5,15% dan akan stabil pada posisi 5% sampai akhir tahun. Perkiraan Bank Mandiri pada 2021 ekonomi bisa tumbuh 4,43% YoY.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading