Hantu Resesi Gentayangan! Ekonomi Inggris Kontraksi 9,9%

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
12 February 2021 15:45
PM Inggris Boris Johnson. (AP/Justin Tallis)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perekonomian Inggris dilaporkan mengalami kontraksi sebesar 9,9% untuk tahun 2020. Kontraksi perekonomian ini merupakan dampak dari pandemi Covid-19 yang merusak aktivitas ekonomi.

Dilaporkan CNBC, menurut Office for National Statistics, produk domestik bruto (PDB) tumbuh sebesar 1% pada kuartal terakhir 2020.

Ini disebabkan karena pemerintah memutuskan untuk memberlakukan kembali lockdown secara nasional karena naiknya jumlah kasus Covid.


Angka kontraksi ini lebih rendah dari prediksi ekonom yang disurvei oleh Refinitiv memperkirakan penurunan tahunan 8% dengan ekspansi kuartal keempat 0,5%.

Hingga Jumat (12/2/2021) Inggris telah mencatat lebih dari 4 juta kasus dan 115.000 kematian, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.

Kenaikan kasus ini disumbang dari adanya varian virus baru dan lebih mudah menular dalam beberapa bulan terakhir. Hingga saat ini Inggris masih memberlakukan lockdown nasional dan belum jelas kapan akan berakhir.

Kebijakan ini masih diterapkan meski Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengkonfirmasi pada pertengahan pekan ini bahwa satu dari empat orang dewasa atau sekitar 13 juta orang telah menerima dosis pertama vaksin Covid.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading