Ekonomi RI Melesat 7%, Bos OJK: Jaga Momentum Pertumbuhan

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
05 August 2021 19:05
Dok. Instagram Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan pencapaian pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II/2021 sebesar 7,07% secara year on year (yoy) merupakan sinyal positif perbaikan ekonomi yang terjadi pada April hingga Juni.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menegaskan sentimen positif ini telah disambut dengan baik oleh pasar dengan meningkatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ke level 6.205,42 pada penutupan pasar Kamis ini (5/8/2021).

"Dalam rangka menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di kuartal II tahun 2021 tersebut, perlu untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan pertumbuhan konsumsi domestik utamanya konsumsi rumah tangga yang berkontribusi sebesar 52,9% dari PDB jika mengacu pada data Badan Pusat Statistik [BPS]," kata Wimboh, dalam keterangan resmi, Kamis (5/8).


Wimboh mengatakan, struktur ekonomi Indonesia didorong oleh konsumsi domestik yang sangat dipengaruhi mobilitas masyarakat.

Selanjutnya, adanya kebijakan stimulus di sektor properti dan kendaraan bermotor yang mempunyai multiplier effect tinggi telah berhasil mendorong konsumsi rumah tangga.

Berdasarkan data BPS, disebutkan bawah penjualan mobil naik 758,68% secara year on year (yoy) dan sepeda motor sebesar 268,64% (yoy).

Pertumbuhan ekonomi tersebut juga didukung pertumbuhan kredit yang hingga Juni 2021 mencapai sebesar Rp5.581 triliun atau tumbuh sebesar Rp 100,23 triliun (1,83% secara year to date/ytd).

Lebih lanjut Wimboh mengatakan, di sisi lain, peningkatan pembiayaan melalui pasar modal juga mencapai sebesar Rp 116,6 triliun sampai dengan 27 Juli 2021 atau naik sebesar 211% (ytd). 

Pembiayaan melalui pasar modal juga diharapkan akan terus meningkat sampai dengan akhir tahun dengan perkiraan tambahan sebesar Rp 54,19 triliun.

"Peningkatan ini terutama didorong oleh antusiasme investor ritel domestik dan juga sektor teknologi dan keuangan," katanya.

Di sisi lain, salah satu komponen penting dalam pembentukan PDB adalah belanja pemerintah. Sehubungan dengan itu, OJK mendukung rencana percepatan serapan belanja pemerintah, terutama pemerintah daerah, dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

"Pemerintah daerah diharapkan dapat mendorong ekonomi daerah yang berbasis pertanian dan perkebunan dalam meningkatkan penyaluran KUR Pertanian yang telah menjadi sektor prioritas," katanya.

Untuk memperluas ruang pertumbuhan ekonomi baru perlu didorong sektor yang menyerap banyak tenaga kerja dan berorientasi ekspor, dan ramah lingkungan yang sejalan dengan kebijakan pemerintah di bidang perubahan iklim (climate change dan sustainable finance).

"OJK akan terus memonitor dan meningkatkan peran sektor jasa keuangan dalam pembiayaan dunia usaha melalui konsumsi domestik, pertumbuhan ekonomi daerah, dan sektor ekonomi baru," jelas Wimboh.

Menyambut data ekonomi yang positif ini, data BEI mencatat, pada penutupan perdagangan Kamis ini (5/8), IHSG ditutup naik 0,75% di level 6.205, level psikologis akhirnya berhasil ditembus.

Tercatat nilai transaksi mencapai Rp 18,07 triliun, dengan investor asing masuk hari ini di semua pasar mencapai Rp 851 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading