Wamen BUMN: Ekonomi RI Tumbuh 7%, Indonesia Mulai Pulih!

Market - Monica Wareza & Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
05 August 2021 17:00
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo (Tangkapan Layar Youtube Bank Mandiri)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri (Wamen) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal kedua 2021 yang bisa tumbuh 7% menunjukkan bahwa Indonesia saat ini memasuki fase pemulihan ekonomi.

Pemulihan ini bisa dicapai berkat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan program vaksinasi yang dilakukan sehingga mampu membantu ekonomi bergerak dan kontribusi dari dorongan dari industri.

"Pertumbuhan ekonomi yang diumumkan 7% untuk kuartal dua, ini pertama positif quarter-to quarter juga membaik dan menunjukan kita memasuki fase pemulihan ekonomi," kata Kartika dalam Press Conference Optimisme untuk Indonesia," Kamis (5/8/2021).


Dari sisi perbankan, kata Tiko panggilan akrabnya, saat ini kredit dari bank-bank milik pemerintah (Himbara) sudah mulai mengalami pemulihan.

Dari sektor mikro, kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) tumbuh 17%, di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) pertumbuhan kredit didorong oleh sektor korporasi.

Perbaikan permintaan kredit ini didorong membaiknya aktivitas masyarakat dan komponen pertumbuhan ekonomi lainnya seperti ekspor komoditas CPO dan baru bara.

"PPKM yang berjalan, pemulihan di mana angka penularan berkurang. Kami mendorong agar Himbara bisa mendekati semua sektor usaha untuk memulai perencanaan bisnis ke depan," terangnya.

Selain BRI dan Mandiri, dua bank Himbara lain yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

Sebab saat ini mulai terlihat permintaan kredit dari sektor riil yang sudah mulai merencanakan kembali produksinya dan restrukturisasi yang selama ini dilakukan sudah mulai dilakukan pembayaran.

Namun demikian perbankan Himbara diharapkan untuk tetap berhati-hati dalam pengelolaan keuangan dan melakukan pencadangan yang memadai.

"Komponen pencadangan harus ditingkatkan terlepas dari optimisme kredit baru. Kita harus menjaga kemampuan perusahaan meng-cover loss ke depan supaya berjalan baik," kata mantan Dirut Bank Mandiri ini.

Dari sektor infrastruktur, terangnya, penyelesaian pembangunan proyek yang sedang berjalan juga diharapkan selesai tepat waktu sehingga bisa menjadi katalis peningkatan ekonomi menjadi lebih baik.

Untuk sektor riil yang saat ini terdampak PPKM, Tiko mengatakan bahwa saat ini pemerintah berupaya untuk bisa bersama-sama keluar dari kondisi saat ini sehingga bisa kembali sehat dan menjaga momentum pemulihan.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading