Sempat Dipuji Menang Lawan Corona, Vietnam Keok dengan Delta!

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
28 July 2021 20:52
A motorcyclist drives past a poster calling people to take care of their health against the new coronavirus in Hanoi, Vietnam Tuesday, April 14, 2020. The new coronavirus causes mild or moderate symptoms for most people, but for some, especially older adults and people with existing health problems, it can cause more severe illness or death. (AP Photo/Hau Dinh)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang infeksi Covid-19 di Vietnam semakin mengkhawatirkan. Pada Selasa (27/7/2021) kemarin negara itu mencatat tambahan hingga 7.913 kasus baru, sehingga jumlah total kasus sejauh ini menjadi 114.260 kasus, dengan total 524 kematian.

Hal ini mengundang rasa kekecewaan yang mendalam. Pasalnya pada beberapa bulan sebelumnya Vietnam dipuji secara luas karena memadamkan transmisi lokal dengan karantina agresif, pelacakan kontak, dan penguncian lokal yang ketat. Namun saat ini Negeri Paman Ho dihadapkan pada Varian Delta yang lebih kuat.

Pemerintah Vietnam sendiri telah mengambil langkah-langkah penguncian baru dalam menangani gelombang infeksi. Kota Ho Chi Minh, episentrum wabah Covid-19 Vietnam saat ini, memperkenalkan pembatasan pergerakan sosial pada Senin (26/7/2021). Dalam pembatasan itu, jam malam mulai pukul 18.00 hingga 06.00 juga diberlakukan di kota berpenduduk 13 juta jiwa itu.


Namun langkah-langkah penguncian ini telah menimbulkan masalah baru. Penguncian yang memaksa pasar basah untuk tutup membuat rantai pasokan pangan terhenti. Selain itu, dilarangnya jasa antar makanan dalam situasi penguncian ini juga telah mendorong sebagian warga untuk nekat melakukan aksi jual beli bahan pangan secara ilegal.

Beberapa analis menilai bahwa selama ini pemerintah Vietnam kurang transparan dalam menghadapi pandemi, terutama dalam distribusi vaksin. Diketahui bahwa hingga saat ini kurang dari 0,5% populasi Vietnam telah divaksinasi penuh.

"Kurangnya transparansi telah lama menjadi masalah di Vietnam, terutama di tingkat pemerintah daerah, yang berdampak pada ekonomi dan bisnisnya. Selama pandemi, distribusi vaksin yang tidak merata terjadi dan ini merugikan dari segi ekonomi dan epidemiologis," ujar Linh Nguyen, associate director di Control Risks kepada Straits Times.

Vietnam sendiri diketahui meningkatkan upaya untuk membeli vaksin asing hanya pada Juni 2021 lalu. Namun Linh menilai keterlambatan itu terkait dengan transisi politik. Pada Senin kemarin Perdana Menteri Pham Minh Chinh dilantik untuk masa jabatan lima tahun.

"Para pemimpin (Vietnam), baik dari masa lalu dan pemerintahan yang berkuasa, kehilangan fokus politik selama beberapa bulan pada transisi alih-alih membangun strategi vaksin yang layak," tambahnya.

Sementara itu, wakil ketua kota Ho Chi Minh Duong Anh Duc mengatakan bahwa pemerintah telah mengizinkan untuk "meminjam" vaksin untuk diberikan kepada karyawannya. Hal ini untuk membantu mempercepat proses vaksinasi.

"Kami menganggap ini masuk akal dan bermanfaat untuk perjuangan kota melawan Covid-19," katanya seperti dikutip oleh Viet Nam News, Minggu (25/7/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading