Internasional

Aturan Makin Longgar, Masuk Vietnam Tak Perlu Karantina

News - Lucky Leonard Leatemia, CNBC Indonesia
16 March 2022 16:15
A woman sits on a railway track as tourists gather along it on a street in the Old Quarter of Hanoi, Vietnam October 8, 2019. Picture taken October 8, 2019. REUTERS/Kham

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah negara sudah mulai "berdamai" dengan Covid-19. Terbaru, Vietnam melonggarkan aturan pembatasan dengan menghentikan kebijakan karantina bagi pelancong internasional pada Rabu (16/3/2022).

Kebijakan itu diambil sebagai upaya untuk membangkitkan kembali industri pariwisata Vietnam yang terpukul dalam 2 tahun terakhir akibat pembatasan ketat. Sebelum pandemi, sektor pariwisata negara tersebut bernilai sekitar US$ 32 miliar per tahun.


Menurut Kementerian Kesehatan Vietnam, sebagaimana dikutip The Straits Times, mengatakan satu-satunya syarat bagi wisatawan mancanegara hanya hasil tes negatif Covid-19.

Selain meniadakan karantina, Vietnam juga mengumumkan dimulainya kembali perjalanan bebas visa 15 bagi pelancong dari 13 negara, yakni Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Inggris, Rusia, Jepang, Korea Selatan, Denmark, Swedia, Norwegia, Finlandia, dan Belarusia.

Perlu diketahui, kebijakan pelonggaran ini tidak datang secara mendadak. Dalam beberapa bulan terakhir, Vietnam secara perlahan merelaksasi sejumlah aturan pembatasan dan menerapkan kebijakan travel bubble.

Adapun, kasus positif harian di negara dengan populasi 97 juta penduduk itu sejatinya masih tinggi dan mendekati angka 200 ribu kasus per hari. Namun, Kementerian Kesehatan menegaskan situasinya terkendali dengan tingkat rawat inap dan kematian yang rendah.

Keyakinan itu juga didasarkan pada tingkat vaksinasi orang dewasa yang telah mencapai 98%. Kini, Vietnam sedang dalam tahap peluncuran vaksin booster, sambil berisap untuk memvaksinasi anak dan remaja.

Sebelumnya, Perdana Menteri Pham Minh Chinh mengarahkan pihak Kementerian Kesehatan untuk mulai memperlakukan pandemi Covid-19 sebagai endemi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kepergok Makan Steak Rp 14 Juta, Pejabat Vietnam 'Dikutuk'


(luc/luc)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading