Internasional

Wah... Kasus Covid-19 Surut, Jepang Cabut Aturan Pembatasan

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
16 March 2022 14:15
Commuters wearing face masks walk in a passageway during a rush hour at Shinagawa Station Monday, July 12, 2021, in Tokyo. Japan declared a fourth state of emergency for Tokyo from Monday until Aug. 22. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jepang akan mencabut aturan pembatasan Covid-19 yang diberlakukan di Tokyo dan prefektur lainnya, seiring dengan surutnya kasus Covid-19, terutama varian Omicron.

Melansir Reuters, Perdana Menteri (PM) Fumio Kishida dijadwalkan untuk mengumumkan hal ini pada Rabu (16/3/2022). Menurut media lokal, ia diperkirakan akan mengumumkan pencabutan pembatasan pada 21 Maret, bersama dengan pelonggaran lebih lanjut di perbatasan.

Langkah tersebut juga diprediksi akan berdampak pada perekonomian, khususnya sektor jasa pada musim-musim liburan mendatang.


"Sejumlah permintaan layanan jasa akan mengalir jika pembatasan dicabut karena rumah tangga sudah memiliki cukup banyak tabungan dan itu bertepatan dengan liburan musim semi," kata Daiju Aoki, kepala ekonom Jepang di UBS SuMi TRUST Wealth Management.

Pemerintah juga kemungkinan akan mengumumkan peningkatan batas kedatangan harian di Jepang menjadi 10.000 mulai April, dari 7.000 saat ini. Ini jadi langkah terbaru dalam melonggarkan peraturan perbatasan yang telah menuai kritik dari bisnis dan pendidik.

Pakar kesehatan mengatakan gelombang Omicron saat ini belum berakhir dan varian baru bisa muncul kapan saja. Namun, pembatasan yang diberlakukan berulang kali selama 2 tahun pandemi juga mulai tak efektif lagi.

"Kita perlu memiliki strategi yang berbeda untuk menekan penularan pada tahap ini... Masih terlalu dini untuk membahas semacam strategi keluar dari virus ini," kata profesor Universitas Tohoku Hitoshi Oshitani.

Tokyo mencatat 7.836 kasus Covid-19 pada Selasa (15/3/2022), turun 12% dari minggu sebelumnya. Gelombang Omicron menyebabkan rekor tingkat infeksi di ibu kota dan di seluruh Jepang pada Februari menjadi gelombang pandemi paling mematikan di Negeri Sakura.

Setelah awal yang lambat, program booster vaksin Covid-19 pemerintah telah dipercepat, dengan sekitar 71% populasi lansia Jepang yang rentan telah menerima dosis ketiga.

Pembatasan darurat sebagian saat ini diterapkan di 18 dari 47 prefektur Jepang yang membatasi jam buka restoran dan bisnis lainnya. Laporan NHK mengatakan para pejabat masih memperdebatkan apakah pembatasan dapat dicabut di prefektur barat Osaka karena tingginya angka rawat inap di sana.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

China Kena Lagi, Jepang Boikot Olimpiade Beijing 2022?


(tfa/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading