Skandal Jiwasraya

Joko Hartono Dituntut Penjara Seumur Hidup & Denda Rp 1 M

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
24 September 2020 19:05
Sidang Tuntutan Jiwasraya (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jaksa Penuntut Umum sidang tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) hari ini menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan pidana terdakwa kasus Jiwasraya.

Mulanya, ada tiga terdakwa yang akan dijatuhi tuntutan. Namun, dua diantaranya dinyatakan tidak bisa mengikuti sidang karena terinfeksi Covid-19. Mereka adalah Pemilik dan Direktur Utama PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro dan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera (TRAM) Heru Hidayat.

Sidang tetap dilanjutkan dengan tetap membacakan tuntutan terhadap Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto. Adalah JPU Ardito Mawardi yang menyatakan tuntutannya di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Kamis (24/9).


"Menuntut supaya majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi pada Jakarta Pusat, Memutuskan menyatakan terdakwa Joko Hartono Tirto terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," ujarnya membacakan tuntutan.

Jaksa menyatakan Joko melanggar pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Atas dasar itu Jaksa menuntut terdakwa dengan pidana seumur hidup dan tetap ditahan. Selain itu, Jaksa juga menuntut pidana denda sebesar Rp. 1 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar, diganti kurungan 6 bulan.

Dituntut bersalah, Joko Hartono Tirto yang mengikuti sidang secara virtual nampak keberatan. Ia menyatakan kepada hakim bakal melakukan tindakan hukum selanjutnya

"Saya akan melakukan pembelaan," kata Joko melalui virtual.

Pengacara juga mengajukan pembelaan. Sehingga Joko bakal mengajukan pledoi.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading