Gemar Menabung Malah Bikin RI Kian Dekati Resesi, Kok Bisa?

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
18 September 2020 06:10
Fenomena mall sepi di Ibu Kota Jakarta belakangan ini kembali ramai diperbincangkan. Pasalnya, banyak pusat perbelanjaan yang berlokasi di tengah kota justru sepi dari pengunjung. Mal Grand Paragon adalah salah satunya. Lokasi yang strategis tidak lantas membuat mal yang berdempetan dengan hotel dengan nama sama itu ramai dikunjungi. Mal Grand Paragon yang terletak di Jalan Gajah Mada tepat di sebrang Halte Transjakarta Mangga Besar. Dari pantauan CNBC Indonesia dilokasi masih terdapat toko toko di Mal Grand Paragon yang didatangi seperti Ace Hardware dan bazar pakain. Pihak penjaga (securty) yabg tidak mau disebutkan namanya menjelaskan

Jakarta, CNBC Indonesia - Satu per satu tanda bahwa roda ekonomi Indonesia sedang macet terus bermunculan. Tidak heran peluang kedatangan resesi semakin tinggi.

Sinyal terbaru datang dari laporan Bank Indonesia (BI). Pada Agustus 2020, pertumbuhan kredit perbankan tercatat hanya 1,04% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Ini menjadi catatan terendah setidaknya sejak 2003.


"Fungsi intermediasi dari sektor keuangan masih lemah akibat pertumbuhan kredit yang terbatas sejalan permintaan domestik yang belum kuat karena kinerja korporasi yang tertekan dan kehati-hatian perbankan akibat berlanjutnya pandemi Covid-19," sebut keterangan tertulis BI.

Di tengah lesunya permintaan kredit, yang melambangkan minimnya ekspansi ekonomi, Dana Pihak Ketiga (DPK) justru masih tumbuh cukup kuat. Pada Agustus, DPK mencatatkan pertumbuhan 11,64% YoY.

Data ini menegaskan bahwa ekonomi Indonesia seolah tidak berputar. Rumah tangga dan dunia usaha memilih mencari selamat masing-masing, mencari aman, sedikit yang masih mau berekspansi. Lebih baik menabung daripada konsumsi atau investasi.

Pengusaha Lesu, Rumah Tangga Juga Begitu
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading