Tolong Pak Gubernur BI Perry, Rakyat Butuh Bunga Murah Nih!

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
17 September 2020 14:29
CNBC Indonesia/Muhammad Sabki Ilustrasi Gedung BI (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seperti yang sudah diperkirakan, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan. Di tengah ancaman resesi, ekonomi Indonesia membutuhkan dukungan dari segala lini, termasuk kebijakan moneter.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 16-17 September 2020 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 4%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,75%. Keputusan ini konsisten dengan perlunya menjaga stabilitas eksternal, di tengah inflasi yang diprakirakan tetap rendah. Bank Indonesia menekankan pada jalur kuantitas melalui penyediaan likuiditas untuk mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19," papar Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam keterangan usai RDG.


Di satu sisi, keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan dapat dimaklumi. Sebab bagaimana pun mandat BI sesuai UU No 3/2004 adalah menjaga stabilitas nilai rupiah.

Mata uang Tanah Air memang tertekan pada kuartal III-2020. Sejak akhir Juni hingga kemarin, rupiah melemah 4,55% di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah jadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia.

Jika suku bunga acuan dipangkas, maka imbalan berinvestasi di aset-aset berbasis rupiah (utamanya di instrumen berpendapatan tetap seperti obligasi) akan ikut turun. Ini bisa membuat investor kurang tertarik masuk ke pasar keuangan Tanah Air sehingga menyebabkan rupiah melemah lebih dalam lagi.

Indonesia di Bibir Jurang Resesi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading