Pajak Mobil 0%, Ini Respons Tak Terduga Pedagang Mobil Bekas

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
16 September 2020 18:40
Penjualan Mobil Bekasi di WTC Mangga Dua (CNBC Indonesia/Sandy Ferry)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wacana pemberian insentif pajak 0% terhadap mobil baru dikhawatirkan bakal mengganggu pasar mobil bekas. Bila terealisasi, membuat harga mobil baru jadi lebih murah sehingga membuat masyarakat lebih melirik mobil baru karena harga tak terpaut jauh.

Namun, tak diduga direspons santai oleh pengelola pusat pedagang mobil bekas. Senior Marketing Manager WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih menilai insentif pajak terhadap mobil baru tidak bakal mengganggu pedagang mobil bekas untuk berbisnis, termasuk menurunkan angka penjualan.

"0% mobil baru semurah-murahnya Rp 100-150 juta kan. Nggak mungkin (mengganggu). Menurut saya salah sasaran. Kalau mau subsidi dari bunga, kredit DP jangan besar-besar, karena orang mau beli mobil saat ini yang penting DP bisa dibayar, cicilan bisa dibayar," katanya kepada CNBC Indonesia, Rabu (16/9).


Menurut Herjanto, untuk memutar roda ekonomi di penjualan otomotif, maka yang pertama didahulukan relaksasi besaran DP kredit mobil. Saat ini DP dinilai masih terlalu tinggi, sehingga menyulitkan daya beli masyarakat untuk membeli mobil baru.

"Sekarang DP di atas normal 35%. Harusnya sekarang 30%. Kalau bisa diturunkan lagi lebih bahagia 20% gitu. Dikasih kelonggaran ke leasing company," sebutnya

Ia mengatakan bila data yang diajukan calon klien dinilai bagus, memenuhi syarat yakni masih kerja dan memiliki penghasilan jelas, maka seharusnya leasing berani untuk memberi kebijakan yang lebih ringan, jangan memaksakan DP di atas 35%.

"Kadang-kadang kebijakannya terlalu keras untuk mobil bekas. Sedangkan mobil baru disubsidi," sebut Herjanto.

Apa yang disampaikan Herjanto, menunjukkan ada kecemburuan bagi sektor usaha mobil baru, dengan mobil bekas saat pandemi covid-19.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading