Berpotensi Batal, Besok Kepastian PSBB Jakarta Diumumkan

News - dob, CNBC Indonesia
12 September 2020 19:20
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri BUMN Erick Thohir.saat peresmian staisun terpadu Tanah Abang, Rabu (17/6/2020) (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah pusat akan mengumumkan soal kepastian penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di DKI Jakarta, menyusul adanya sejumlah tekanan agar kebijakan itu dibatalkan.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan pengumuman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta akan disampaikan ke publik, Minggu (13/9) besok. Saat ini, Pemprov DKI dan pemerintah pusat masih rapat menentukan PSBB Jakarta.

"Untuk PSBB yang sudah diumumkan oleh Gubernur DKI, secara resmi besok akan disampaikan kepada media sekitar pukul 13.00 WIB," kata Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo dalam konferensi pers update kondisi wisama atlet, Sabtu (12/9/2020).


Menurutnya, rapat mengenai keputusan PSBB DKI Jakarta masih dibahas oleh Pemprov DKI dan Satuan Tugas Penangaan COVID-19. Rapat berlangsung dari saat ini hingga besok.

"Malam ini sampai besok pagi, sehingga pengumuman yang disampaikan ke masyarakat ada sebuah kepastian, harmonisasi antara kepentingan pusat dan daerah," kata Doni.

Doni menegaskan, pemerintah mengutamakan kesehatan masyarakat. Saat ini, memang belum ada kepastian apakah DKI akan menerapkan PSBB atau tidak. Pemerintah pusat lebih menginginkan Pembatasan Sosial Bersekala Mikro dan Komunitas (PSBMK).

"Kita harus berusaha semaksimal mungkin bekerja sama agar upaya pencegahan ini harus menjadi tujuan utama kita. Komunitas perlu menjadi ujung tombak, perlu menjadi garda terdepan. Jangan kita biarkan dokter rumah sakit menjadi garda utama, mereka harus menjadi benteng terakhir, agar kita bisa menyelamatkan tenaga-tenaga dokter, tenaga kesehatan lainnya, para perawat. Kita tidak ingin kehilangan dokter lebih banyak lagi," kata Doni.

Sebelumnya sejumlah pihak meminta agar keputusan PSBB total di DKI Jakarta yang akan mulai berlaku 14 September, dibatalkan. Pasalnya, kebijakan ini akan berdampak negatif bagi kelangsungan ekonomi banyak orang.

Meski demikian, ada juga pihak yang mendukung Anies Baswedan dengan alasan kesehatan menjadi hal yang utama daripada ekonomi.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading