Pak Anies! Bila DKI PSBB Total, Pengusaha Minta Syarat Ini

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
11 September 2020 15:17
Suasana gedung bertingkat di Jakarta, Senin (5/2/2018). Tahun ini, bank Indonesia memperkirakan ekonomi akan tumbuh lebih baik dibandingkan dari tahun lalu di kisaran 5,1 hingga 5,5 persen seiring membaiknya perekonomian global. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total mulai Senin 14 September 2020. Hal ini membuat para pengusaha prihatin. Di kalangan pengusaha banyak melakukan penolakan, atau meminta kaji ulang agar masih ada ruang bagi bisnis tetap berputar di luar 11 sektor yang sudah ditetapkan.

Belakangan semenjak pengumuman rencana PSBB total, ada rumor bahwa kebijakan PSBB akan ada revisi. Namun, Wakil Ketua Umum Kadin bidang CSR & Persaingan Usaha Suryani S.F Motik mengatakan bila PSBB total tetap bergulir, maka harus ada stimulus bagi dunia usaha agar tetap bisa bertahan di tengah pembatasan.

Ia mengaku, sejak PSBB dilonggarkan, sebenarnya pengusaha sudah mulai senang. Ia bilang dunia usaha mulai bergulir lagi, restoran dan kafe pun mulai buka.


"Tapi kita juga sadar bahwa angka penularan begitu tinggi tentunya pemerintah nggak bisa diam. Jadi kita memahami langkah yang akan diambil pemerintah DKI, namun kita prihatin sebagai pengusaha," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (11/9/20).

"Karena terus terang saja sebenarnya bisnisnya belum pulih, tapi sudah mulai menggeliat. Tapi tiba-tiba mau ditutup lagi, pasti punya konsekuensi di dunia usaha," bebernya.

Dia menegaskan bahwa para pelaku usaha sebenarnya juga melihat kesehatan harus ditempatkan sebagai garda terdepan. Kendati begitu, kebijakan yang seringkali berubah juga menjadi persoalan tersendiri bagi dunia usaha.

"Yang paling penting buat kita begini, jangan turun naik turun naik begitu. Pada saat kebijakan yang tidak stabil, bolak balik diganti, nanti tutup nanti buka itu sulit buat pengusaha memprediksi," katanya.

Dikatakan, pelaku usaha menginginkan kalau memang keran berusaha akan dibuka lagi, kondisi kesehatannya sudah diperhitungkan. Artinya sudah harus benar-benar aman dan Covid-19 mampu dikendalikan penularannya.

"Kita ingin pada saat dibuka memang sudah pada tingkat yang aman. Dan kalau memang ditutup itu stimulusnya harus cukup," tegasnya.

Dia bilang, dengan kondisi yang belum aman, dunia usaha sebenarnya juga sulit bergerak. Apalagi, banyak negara di dunia menutup pintu ke Indonesia.

"Kenyataannya dunia mengisolir kita. Kita juga tidak inginkan itu, karena ketika kita berbicara dunia bisnis kita tidak bisa sendirian. Kita butuh hubungan dengan dunia luar. Walaupun pandemi ini kesempatan baik untuk memperkuat ekonomi lokal, jadi membuat membuka pasar produk kita, menciptakan pasar," katanya.

"Jadi memang tidak punya pilihan, kalau penularan begitu tinggi, orang mau keluar juga takut, orang mau belanja juga takut. Ini yang harus segera diselesaikan," lanjutnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading