Perusahaan Migas AS Ini Lirik Potensi Migas RI

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
08 September 2020 20:40
The sun sets behind an idle pump jack near Karnes City, Texas, Wednesday, April 8, 2020. Demand for oil continues to fall due to the new coronavirus outbreak. (AP Photo/Eric Gay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan salah satu perusahaan migas asal Amerika Serikat, yaitu EOG Resources, pada 12 Agustus lalu resmi mengajukan keanggotaan data migas Indonesia.

Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Arizon Suardin menilai hal tersebut menunjukkan bahwa potensi migas di Indonesia masih menarik bagi perusahaan asing.

"Keberhasilan menggaet investor baru ke tanah air menunjukkan bahwa potensi migas Indonesia dinilai masih sangat menarik," paparnya dalam keterangan resmi SKK Migas pada Selasa (08/09/2020).


Lebih lanjut dia mengatakan upaya SKK Migas dalam menggaet calon investor kelas dunia dimulai sejak 2019, yakni ketika SKK Migas melaksanakan roadshow ke beberapa negara, salah satunya Amerika Serikat. Roadshow ini dilakukan sebagai ajang mempromosikan data potensi migas Indonesia ke dunia internasional.

"Hasil roadshow SKK Migas ditanggapi positif oleh EOG Resources, perusahaan yang tercatat berada di peringkat ke 186 dari Fortune 500 tahun 2020, dengan total produksi minyak 456 ribu barel per hari, 134 ribu barel per hari natural gas liquids dan 1.366 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD)," ungkapnya.

Berdasarkan data dari situs EOG Resources, produksi minyak mentah dan kondensat pada 2019 mencapai 166,6 juta barel (sekitar 456,6 ribu bph), natural gas liquids sebanyak 48,9 juta barel (sekitar 133,9 ribu bph), dan gas alam 499 miliar kaki kubik (bcf) atau sekitar 1.367 MMSCFD.

Jaffee mengatakan pada Juli 2019 perwakilan tim EOG Resources sempat berkunjung ke SKK Migas dalam kurun waktu dua pekan. Kunjungan ini dalam rangka membahas lebih detail langkah-langkah yang akan dilakukan dalam rangka memutuskan investasi di Indonesia.

"Sejak tahun lalu hingga Desember nanti, EOG Resources bersama SKK Migas, Ditjen Migas, dan Pusdatin (Pusat Data dan Informasi) Kementerian ESDM melakukan quick look regional studies untuk migas unconventional. Kami menemukan indikasi awal yang baik terkait potensi migas non konvensional di Indonesia," jelasnya.

Jaffee berharap ini akan menjadi awal yang baik dan berkembang menjadi keputusan investasi ke depannya.

"Dengan banyaknya investor masuk ke hulu migas, maka peluang giant discoveries dan development dalam rangka meningkatkan produksi akan semakin besar juga," tuturnya. (*)


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

SKK Migas Optimistis Capai Target Eksplorasi 43 Sumur di 2021


(wia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading