Waduh, Makin Banyak Orang Hong Kong Mau Merdeka dari China!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
31 August 2020 11:25
Demonstrators hold yellow umbrellas, the symbol of the Occupy Central movement, and placards during a protest to demand authorities scrap a proposed extradition bill with China, in Hong Kong, China June 9, 2019. REUTERS/Tyrone Siu

Jakarta, CNBC Indonesia - Hong Kong Public Opinion Research Institute (HKPORI) menggelar jajak pendapat yang melibatkan 1.007 responden masyarakat Hong Kong untuk mengetahui pendapat mereka seputar isu-isu terkini. Hasilnya mungkin bisa membuat telinga China agak panas.

Survei dimulai pada 30 Juni, saat pemerintah China mengesahkan undang-undang (UU) keamanan baru di Hong Kong. Ternyata, hampir 60% masyarakat Hong Kong menolak pemberlakuan UU yang disebut-sebut lebih represif itu. Delapan persen responden menyatakan agak menolak sementara 51% menyebut sangat menolak.


Angka itu meningkat dibandingkan survei yang serupa yang dilakukan pada Juni. Kala itu, 8% menyatakan agak menolak dan 49% menegaskan sangat menolak.

hkReuters

"Sekarang ada kewaspadaan saat seseorang ingin mengajak keluar orang lain. Aksi main tangkap yang dilakukan oleh aparat keamanan membuat rakyat marah," kata Ivan Choy, Pengajar Senior di Chinese University, seperti dikutip dari Reuters.

Hingga 20 Agustus, kepolisian Hong Kong telah menahan 25 orang atas nama UU keamanan yang baru. Mereka yang terdiri dari para aktivis sampai pemilik media dituding terlibat dalam kejahatan subversi, terorisme, dan berkoalisi dengan kekuatan asing.

Pernyataan lain yang lebih panas adalah apakah rakyat Hong Kong setuju atau tidak untuk melepaskan diri dan mereda dari China. Jawaban yang keluar ngeri-ngeri sedap...

Dalam survei Agustus, jumlah responden yang sangat mendukung kemerdekaan Hong Kong adalah 13% Jumlah ini naik dibandingkan survei Juni, di mana kala itu yang sangat mendukung ada 11%.

Kemudian responden yang sangat menolak berjumlah 38% pada survei Agustus. Turun dibandingkan Juni yang sebesar 41%.

hkReuters

"Jajak pendapat ini menunjukkan bahwa semakin tinggi represi dari pemerintah, maka perlawanan akan semakin kuat," tegas Ming Sing, Associate Professor di Hong Kong University of Science and Technology, sebagaimana diwartakan Reuters.

Apabila situasi terus memburuk, misalnya semakin banyak orang yang ditangkapi, maka bukan tidak mungkin gelombang aksi massa kembali terjadi di wilayah bekas koloni Inggris tersebut. Pasalnya, kini semakin banyak orang yang mendukung gerakan pro-demokrasi.

Hasil survei menunjukkan 44% responden mendukung aksi pro-demokrasi. Sementara yang menentang adalah 33%, setengah-setengah 16%, dan tidak tahu 6%.

hkReuters
Ekonomi Hong Kong Menderita
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading