Penjualan Motor Mulai 'Terbang', Tapi Mustahil Salip 2019

News - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
26 August 2020 16:35
Pekerja memindahkan motor kedalam kontainer di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Rabu (20/2/2018). Menurut data AISI penjualan kendaraan roda dua pada Januari 2018 meningkat menjadi 482.537 unit dibanding Desember 2017 lalu yang hanya 415.996 unit dan juga pada Januari 2017 sebesar 473.879 unit. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan sepeda motor di bulan Juli kembali terbang, baik penjualan domestik maupun ekspor. Meskipun penjualannya meroket dibanding bulan-bulan sebelumnya tetapi masih mencatatkan kontraksi jika dibanding tahun lalu.

Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan penjualan sepeda motor domestik bulan Juli mencapai 292.205 unit, atau 74% (MoM) dibanding bulan Juni yang berada di angka 167.992 unit. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu penjualan motor masih drop 45% (YoY).

Di sepanjang tahun ini, volume sepeda motor yang terjual di pasar domestik mencapai 2.178.694 unit. Jauh lebih rendah dibandingkan dengan 7 bulan pertama tahun 2019 yang berada di angka 3.753.271 unit. Artinya penjualan motor masih terkontraksi sebesar 42%.


Beralih ke pasar ekspor, penjualan kendaraan roda dua juga mencatatkan kenaikan 74% pada Juli dibanding bulan sebelumnya. Pada bulan lalu RI mengekspor 57.070 unit sepeda motor. Lebih tinggi dibanding angka bulan Juni yang berada di 32.884 unit saja.

Namun sama halnya dengan penjualan domestik, ekspor Juli 2020 masih lebih rendah 20% dibandingkan dengan volume ekspor tahun 2019. Total ekspor di sepanjang tahun ini tercatat berada di angka 321.250 unit. Turun 26,7% dibanding periode yang sama tahun lalu di angka 438.782 unit.

Perbaikan penjualan motor baik domestik maupun ekspor ini dipicu oleh mulai bergeliatnya ekonomi global seiring dengan relaksasi lockdown yang ditempuh oleh banyak negara termasuk RI yang juga melonggarkan PSBB DKI Jakarta di bulan Juni.

Kenaikan penjualan sepeda motor domestik secara bulanan ini juga dipengaruhi oleh perilaku masyarakat yang masih takut akan pandemi Covid-19. Hal ini pun diungkapkan oleh Sekjen AISI, AISI Sigit W Kumala kepada CNBC Indonesia (Selasa, 25/08/2020).

"Perkembangan terakhir keinginan konsumen beli sepeda motor meningkat karena kenyamanan dan keamanan dari pengaruh Covid-19," kata Sigit.

Meningkatnya penjualan dipengaruhi oleh kekhawatiran masyarakat yang masih takut menggunakan transportasi umum. Sebagai gantinya, banyak yang lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor.

Berkaca pada tahun lalu, penjualan motor domestik mencapai 6.487.460 unit. Itu artinya penjualan sepeda motor per bulannya rata-rata sebanyak 540.622 unit. Namun akibat pandemi Covid-19 yang merebak penjualan sampai dengan bulan Juli rata-ratanya hanya sebanyak 311.242 unit/bulan.

Angka tersebut mengindikasikan bahwa penjualan motor domestik tahun ini tak akan bisa sama dengan tahun lalu. Kemungkinannya sangat kecil dan bahkan mustahil, karena untuk mencapai angka penjualan seperti tahun lalu, maka di sisa lima bulan terakhir penjualan kendaraan roda dua harus 861.753 unit/bulan.

Melihat kondisi ini AISI memperkirakan penjualan motor domestik bakal di bawah 4 juta unit untuk tahun ini. Lebih tepatnya di angka 3,5 juta unit saja. Artinya penjualan domestik mash berpotensi terkontraksi lebih dari 40% dibanding tahun lalu.

Mengacu pada skenario tersebut, maka volume penjualan domestik di tahun 2020 ini merupakan yang terendah lebih dari 10 tahun terakhir. Menilik data AISI, terakhir RI mencatatkan penjualan sepeda motor domestik di bawah 4 juta unit adalah pada 2004.

Kala itu penjualan sepeda motor domestik mencapai 3.887.678 unit. Apabila proyeksi AISI tepat, maka volume penjualan motor pada 2020 bakal menjadi yang terendah dalam 15 tahun terakhir.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading