Internasional

Palestina Panas! Israel Tutup Gaza, Tepi Barat Dibuldoser

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
12 August 2020 07:42
Asap membumbung dari lokasi serangan Israel di Jalur Gaza, Minggu (5/5/2019). Foto: REUTERS/Suhaib Salem)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Israel menutup jalur penyeberangan utama Gaza, Palestina. Kerem Shalom dikunci sejak Selasa (11/8/2020).

"Kerem Shalom Crossing akan ditutup untuk pengiriman semua barang, dengan pengecualian masuknya peralatan kemanusiaan penting dan bahan bakar," kata Kementerian Pertahanan Israel dalam sebuah pernyataan dikutip dari Arab News, Rabu (12/8/2020).



Ini dilakukan pascaserangan kelompok Hamas. Disebut bahwa Hamas menerbangkan balon berisi bahan peledak yang membuat warga terluka.


"Keputusan itu dibuat setelah pertimbangan keamanan dan mengingat serangan teror berulang yang dilakukan oleh organisasi teroris di Jalur Gaza terhadap warga Israel, yang merupakan pelanggaran kedaulatan Israel," kata pejabat dikutip dari The Jerusalem Post.

Kerem Shalom adalah salah satu dari tiga penyeberangan perbatasan utama Gaza dengan Israel dan Mesir. Jalur ini vital sebagai tempat keluar masuknya logistik setiap hari.

Pejabat Palestina mengatakan penutupan tersebut terutama berdampak pada material konstruksi. Gaza dijalankan langsung oleh Hamas.



Sebelumnya AFP melaporkan Hamas menembakkan beberapa roket ke laut pada Senin (10/8/2020). Ini dilakukan pascabaku tembak dengan Israel selama beberapa hari terakhir.

Roket menjadi pesan Hamas bahwa mereka tak akan diam menghadapi blokade dan agresi Israel. Keduanya sudah berperang sejak 2008.

Sementara itu aneksasi (pencaplokan) wilayah Palestina di Tepi Barat oleh Israel terus terjadi. Israel, dikutip Aljazeera, akan membuldoser lagi sejumlah pemukiman Palestina di Tepi Barat hari ini.

"Setidaknya akan ada 30 bangunan yang dihancurkan," tulis media itu.

"Pemerintah Israel mengatakan melakukan hal tersebut karena bangunan berdiri tanpa izin."

Hubungan Israel dan Palestina memanas sejak 1940-an. Aneksasi Israel ditolak sebagian besar anggota PBB, namun didukung Amerika Serikat (AS).

Presiden AS Donald Trump bahkan membuat rencana pembagian wilayah Israel-Palestina. Namun menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan akan mengakui Palestina sebagai negara setelah kajian empat tahun membuat sejumlah pihak mengecam rencana itu.

Sejumlah negara mengajukan keberatan, termasuk Uni Eropa, China dan Indonesia. Upaya Trump bakal makin memperpanjang konflik karena tidak memasukkan aspirasi dua kelompok bertikai.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading