Internasional

Penembakan di Luar Gedung Putih & Sejarah Presiden AS

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
11 August 2020 13:27
President Donald Trump arrives for a news conference at the White House, Tuesday, July 21, 2020, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald John Trump tiba-tiba dievakuasi karena adanya insiden penembakan di luar Gedung Putih pada Senin (10/8/2020). Trump saat itu tengah memberikan media briefing ke wartawan.

Ia digiring keluar dari lokasi dan agen dinas rahasia berpakaian hitam dengan senapan otomatis bergegas melintasi halaman di utara Gedung Putih dan berlindung di Ruang Oval.

Sebagaimana dikutip dari AFP, kejadian bermula saat anggota keamanan presiden Secret Service melihat gelagat aneh seseorang yang mendekati Gedung Putih dengan membawa senjata di area 17th Street dan Pennsylvania Avenue.

Tak lama berselang, sekitar pukul 17:50 sore waktu setempat, diketahui bahwa salah seorang petugas terlibat penembakan di lokasi tersebut. Belum ada keterangan resmi siapa pelaku, namun pelaku sempat dibawa ke rumah sakit karena tertembak oleh Secret Service.

Ini bukan pertama kalinya Trump berada di situasi seperti ini. Meskipun belum diketahui pelaku akan menargetkan presiden AS ke-45 ini, namun dengan persona yang kontroversial, Trump tentu tidak akan luput dari ancaman pembunuhan.

Tak hanya Trump, beberapa presiden yang sempat memimpin AS juga mendapatkan ancaman pembunuhan. Sebut saja Richard Milhous Nixon (presiden ke-37), Gerald Rudolph Ford Jr. (ke-38), Ronald Wilson Reagan (ke-40), George Herbert Walker Bush (ke-41), William Jefferson Clinton atau Bill Clinton (ke-42), dan Barack Hussein Obama II (ke-44).

Namun deretan presiden AS tersebut dikatakan cukup beruntung, sebab mereka tak tewas saat mendapatkan ancaman, tak seperti beberapa presiden AS yang tewas di tangan orang lain. Berikut deretan pemimpin AS yang mendapatkan ancaman hingga tewas dibunuh:

Abraham Lincoln (1865)

Pembunuhan presiden AS ke-16, Abraham Lincoln terjadi pada 14 April 1865, saat Perang Saudara Amerika berakhir. Lincoln adalah salah satu Presiden AS paling sukses karena mengeluarkan negara ini dari perang saudara. Ia juga menjadi presiden Amerika pertama yang dibunuh

Pembunuhan Lincoln direncanakan dan dilakukan oleh aktor panggung terkenal John Wilkes Booth, seorang simpatisan Konfederasi dan penentang lantang dari pembubaran perbudakan di AS. Booth, yang merupakan pembenci Lincoln, awalnya bersekongkol dengan beberapa orang untuk menculik Lincoln. Namun kemudian ia berencana untuk membunuh Lincoln, Wakil Presiden Andrew Johnson, dan Sekretaris Negara William H. Seward.

Selain Lincoln, keduanya berhasil selamat. Lincoln ditembak sekali di belakang kepalanya saat menonton permainan panggung Our American Cousin dengan istrinya Mary Todd Lincoln di Ford's Theatre, Washington, D.C. sekitar pukul 22:15 pada malam 14 April 1865.

Seorang dokter bedah tentara yang berada di Ford's, Dokter Charles Leale, menyatakan bahwa Lincoln mengalami luka berat. Presiden kemudian dilarikan ke sepanjang jalan dari teater sampai Petersen Boarding House, dimana ia meninggal pada pagi berikutnya pukul 7:22 tanggal 15 April.

James Abram Garfield (1881)

Pembunuhan James Abram Garfield terjadi di Stasiun Kereta Api Baltimore dan Potomac pada 2 Juli 1881, sekitar pukul 9:30 pagi waktu setempat. Lokasi stasiun tersebut sekarang berada di barat daya Sixth Street dan Constitution Avenue NW, Washington, D.C.

Garfield ditembak oleh penulis dan pengacara Charles Julius Guiteau kurang dari empat bulan masa jabatannya sebagai Presiden AS ke-20. Saat ditembak, satu peluru mengenai pundak Garfield; yang lainnya mengenai punggungnya, mengenai tulang punggung namun menghilang di sumsum tulang belakang sebelum menyerang bagian lainnya di belakang pankreasnya.

Meskipun berhasil bertahan dari serangan tembakan tersebut, Garfield meninggal sebelas minggu kemudian pada 19 September 1881. Garfield juga orang yang bertahap hidup terlama setelah ditembak ketimbang presiden lainnya.

William McKinley, Jr. (1901)

Presiden AS ke-25, William McKinley dibunuh pada 6 September 1901, di dalam Temple of Music, halaman Pan-American Exposition, Buffalo, New York. Saat itu, McKinley sedang menyalami masyarakat saat ia ditembak dua kali oleh Leon Czolgosz, seorang anarkis.

Czolgosz menganggap McKinley sebagai lambang penindasan, dan merasa bahwa tugasnya sebagai seorang anarkis adalah untuk membunuhnya. McKinley meninggal delapan hari kemudian pada 14 September karena gangren (banyak jaringan tubuh yang mati) yang disebabkan oleh luka peluru.

Warren Gamaliel Harding (1923)

Berbeda dengan kasus kematian beberapa presiden sebelumnya, Presiden AS ke-29 Warren Gamaliel Harding meninggal karena serangan jantung mendadak di kamar hotelnya saat berkunjung ke San Francisco pada sekitar pukul 19:35 pada 2 Agustus 1923.

Kematiannya dengan cepat berujung pada teori-teori bahwa ia telah diracun oleh sang istri, Florence Mabel Harding setelah mengetahui perselingkuhan suaminya. Florence menolak otopsi terhadap Harding hanya atas dasar spekulasi tersebut.

Sepeninggalan Harding, Florence juga membakar dokumen, makalah, dan catatan Harding, baik yang tak resmi maupun yang resmi guna melindungi warisan suaminya.

John Fitzgerald Kennedy (1963)

Kematian presiden AS ke-35, John Fitzgerald Kennedy terjadi di Dealey Plaza, Dallas, Texas pada 22 November 1963 pukul 12:30 waktu setempat. Kennedy ditembak saat berjalan-jalan dengan istrinya Jacqueline, Gubernur Texas John Connally, dan istrinya Connally Nellie, dalam sebuah mobil bak terbuka Presidensial.

Kennedy ketika itu sangat yakin bakal terpilih kembali menjadi presiden Amerika Serikat. Di tengah ribuan orang yang merubungnya, John F. Kennedy yang saat itu tak memakai rompi anti peluru, memberikan pidato singkat. Namun naas, sebuah tembakan dari Lee Harvey Oswald menembus leher dan kepalanya, membuat Kennedy tewas seketika.



[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading