Bos BKF Sebut Dana Triliunan Segera Ditempatkan di BPD, When?

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
24 July 2020 10:32
Febrio Kacaribu. (Dok: Universitas Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan pemerintah akan segera melakukan penempatan dana jilid II ke perbankan tanah air. Demikian disampaikan Febrio dalam media briefing, Jumat (24/7/2020).

"Kalau sebelumnya kita sudah tempatkan dana di Himbara (Himpunan Bank-bank Negara) dan akan diperluas ke bank-bank yang terlibat akan lebih banyak," kata Febrio.

Penempatan dana ke banyak bank ini, menurut dia, sebagai bentuk afirmasi pemerintah untuk bisa memberikan kredit modal kerja dengan cepat, terutama untuk para industri yang terdampak paling parah karena pandemi Covid-19.

Terutama, kata Febrio, penempatan dana di Bank Pembangunan Daerah (BPD). Pasalnya lewat BPD, akan bisa langsung berhubungan dengan UMKM di daerah-daerah.

Pun dalam melakukan penjaminan kreditnya, akan ada besaran porsi yang berbeda, yang akan diberlakukan oleh pemerintah.



"Sektor paling terdampak, penjaminannya akan lebih besar dibandingkan yang normal. Yang normal kita bayangkan porsi [penjaminannya] 60% dari risiko perbankan, dan akan dikover pemerintah," ujar Febrio.

"Sementara sektor pariwisata, hotel, restoran, dan sektor padat karya, pabrik-pabrik sepatu, tesktil dan sebagainya, penjaminannya 80%," lanjutnya.

Kendati demikian, Febrio tidak memerinci secara jelas kapan penempatan dana dari pemerintah ke banyak itu akan dilakukan.

Harapannya dengan adanya penempatan dana pemerintah di banyak bank ini, diharapkan bisa segera memulihkan ekonomi, dan pada akhirnya Indonesia bisa terhindar dari resesi.

"Kita harapkan [setelah ada penempatan dana], mereka bisa segera menggunakan fasilitas ini," ujar Febrio.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading