BUMI Ungkap Strategi Lunasi Utang Tepat Waktu

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
23 July 2020 20:40
Direktur dan Corporate Secretary Bumi Resources Dileep Srivastava (Anisatul Umah/CNBC Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berkomitmen untuk melunasi utang tepat waktu pada 2022. Produsen batu bara terbesar di Indonesia memiliki total utang sebesar US$ 1,7 miliar seusai restrukturisasi dilakukan.

"Ketika situasi pasar sudah mulai kembali normal, kami merasa kami bisa membayar utang tepat waktu pada 2022," ujar Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava, seusai RUPS BUMI Kamis (23/7/2020).

BUMI saat ini sudah mencicil pembayaran pokok utang dan bunga. Terakhir kali nilai utang yang sudah dibayarkan mencapai US$ 327 juta. "Kami memastikan semua produksi terus berjalan terus, membuat BUMI lebih menguntungkan, menghasilkan lebih banyak uang, meningkatkan produksi dan membayar utang," ujar Dileep.


Untuk produksi, Dileep menuturkan, pihaknya memiliki rencana untuk menggenjot produksi hingga 100 juta ton per tahun. Target tahun-tahun berikutnya ini, lebih besar dibandingkan target tahun ini, yakni 85-90 juta ton.

Selain itu, tuturnya, Bumi juga memiliki rencana agar anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) memiliki kontribusi lebih besar. BRMS saat ini sedang persiapan untuk produksi emas melalui tambang Poboya di Sulawesi Tengah.

"kami percaya ketika produksi emas yang akan mulai tahun ini, kami yakin bisa menaikan pendapatan kami," ujar Dileep

Strategi selanjutnya, BUMI akan menjadi pemasok untuk proyek gasifikasi batubara senilai US$ 2 miliar di Bengalon, Kalimantan Timur. Gasifikasi batu bara ini akan memproduksi metanol yang nantinya PT Bakrie Capital Indonesia dan Ithaca Resources akan berperan menjadi offtaker.

Meski demikian, Dileep mengakui bila harga batu bara yang rendah menjadi hambatan bagi BUMI untuk meningkatkan pendapatan. "Tantangan terbesar adalah harga batu bara, saat harga batu bara naik kinerja kami akan baik dan bisa bayar debt dan bisa kembali profit dan memberikan nilai tambah untuk pemegang saham," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Dileep menjelaskan bahwa BUMI telah berhasil mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Kedua (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Kedua (RUPSLB). Menurut Dileep, semua pemegang saham telah menyetujui agenda RUPST.

Namun, untuk RUPSLB hanya disetujui agenda pertama, sementara untuk agenda kedua tidak kuorum. "BUMI akan melaporkan rincian RUPST dan RUPSLB hari ini segera melalui siaran pers resmi dan laporan kepada regulator," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading