Catatan Buat Lulusan Vokasi, Jangan Hanya Andalkan Ijazah!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
07 July 2020 14:04
Ilustrasi Sekolah. CNBC Indonesia/Andrean Kristianto

Jakarta, CNBC Indonesia - Lulusan pendidikan vokasi maupun kejuruan dipoyeksikan bisa semakin banyak terserap oleh dunia industri. Namun, para lulusan vokasi harus tetap sadar bahwa kemampuan yang jadi hal utama, bukan hanya ijazah. Ini yang akan dipakai di lapangan oleh sektor dunia usaha dan dunia industri (Dudi).

"Selama ini mungkin lulusan vokasi itu ada beberapa yang hanya mengandalkan ijazah. Ijazahnya itu kan tanpa kompetensi, aku sudah belajar apa. Bukan aku bisa apa?" kata Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto kepada CNBC Indonesia, Selasa (7/7).

Padahal, antara kedua hal itu tentu berbeda. Saat siswa fokus mereka bisa apa, maka siswa dituntut lebih fokus pada output atau hasil yang dilakukan di lapangan yang dibutuhkan oleh industri nantinya. Ini karena praktik lebih diutamakan dibanding hanya sekedar teori yang aku belajar apa.


Sehingga ke depan, perubahan pola pikir itu harus masif digaungkan. Wikan menyebut bakal lebih intens menjalin kerja sama dengan kalangan industri. Kolaborasi keduanya diharapkan bisa memutus jarak kompetensi antara permintaan industri dan lulusan yang dihasilkan oleh dunia pendidikan.

"Hard skill dan soft skill sudah sesuai DNA industri. Ini yang akan kita re-branding," sebut mantan Dekan vokasi UGM ini.

Selama ini, beberapa kampus vokasi besar memang sudah menerapkan kolaborasi yang baik dengan industri. Wikan menyebut bakal menyelaraskan semua jenjang di bidang vokasi, baik SMK, Kampus serta lembaga keterampilan untuk saling terpadu.

"Kalau 100% belum. Mungkin 20-30% lulusan kita sudah sesuai kebutuhan industri. Tapi kita ingin lebih dari itu. Minimal 80%," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading