Bela Tito, Stafsus Kemenkeu Ungkap Alasan Lomba Video Rp168 M

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
24 June 2020 12:36
Yustinus Prastowo

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menjanjikan akan memberikan hadiah sebesar Rp 168 miliar kepada daerah yang memenangkan kompetisi lomba video new normal. Dana ini akan diberikan dalam bentuk dana insentif daerah (DID) kepada 84 Pemda pemenang.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di kantornya melalui video conference, Senin lalu.

Hal tersebut mendapat banyak tanggapan dari masyarakat dan menganggap langkah tersebut tidak wajar. Masyarakat menilai, dikondisi seperti ini seharusnya langsung saja memberikan bantuan kepada Pemda yang memang terdampak pandemi, sehingga tidak perlu lomba video.


Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo pun angkat suara. Ia mengatakan bahwa anggaran Rp 168 miliar tersebut memang disalurkan melalui lomba. Namun itu hanya sebagian kecil dari anggaran DID yang dialokasikan sebesar Rp 13,5 triliun di tahun ini.

"Itu dana yang disalurkan ke Pemda-Pemda untuk Covid. Instrumennya melalui lomba inovasi video protokol new normal," ujar Yustinus melalui akun twitternya yang dikutip, Rabu (24/6/2020).

Ia pun menegaskan, anggaran tersebut akan tetap diberikan kepada Pemda dan itu bukan satu-satunya anggaran untuk membantu Pemda. Sebab, bantuan ke Pemda disediakan pemerintah melalui Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

"Bagi yang menganggap Pemerintah tidak sensitif karena penyaluran DID Rp 168 miliar melalui lomba video new normal ini, saya infokan total TKDD sampai 19 Juni 2020 sudah mencapai Rp 345,5 triliun atau 45,3% dari target," jelasnya.

Berikut penjelasan lengkap Yustinus:

1. Lomba inovasi, antara lain melalui video pendek sosialisasi new normal dengan protokol covid ini hanyalah sarana. Buat apa? supaya penyaluran Dana Insentif Daerah (DID) yang sudah dianggarkan @KemenkeuRI atas usulan @kemendagri punya nilai tambah. Apa maksudnya?

2. DID ini bentuk dukungan Pemerintah Pusat kepada Daerah dalam menangani pandemi. Penggunaannya diserahkan Daerah, yang penting untuk dukungan dalam rangka covid, seperti pembangunan prasarana, penyediaan kebutuhan, atau jaring pengaman sosial. Jadi bukan hak pribadi kepala daerah

3. Maka desain lomba ini multipihak, yakni mendorong koordinasi dan sinergi kelembagaan di Daerah, shg ada awareness terhadapĀ covid, memahami persoalan dengan baik, menyusun protokol yang baik, dan juga mampu menyosialisasikan dengan baik. Proses ini sebenarnya yang penting, yaitu cipta prakondisi

4. Dengan membuat video yang berisi materi edukasi dan sosialisasi, maka Daerah secara otomatis punya awareness dan menyadari pentingnya koordinasi, juga sigap dan siaga. Harapannya, ini membantu persiapan new normal. Materi yang baik juga akan efektif sebagai sarana pembelajaran.

5. Ini juga mendukung kebijakan Gugus Tugas, yaitu pentingnya forum komunikasi pimpinan daerah untuk memperhatikan aspek epidemiologi, surveilans kesehatan, dan protokol sektoral sebelum memasuki new normal. Cara ini efektif dan mendorong inovasi karena ada insentif.

6. Daerah yang menang mendapat dana lebih besar senagai imbalan. Ada apresiasi. Pemenangnya pun banyak, ada 84. Video-video terbaik bisa dipakai sebagai konten edukasi dan sosialisasi oleh siapa saja. Jadi uang negara tak mubazir.

"Menurut saya ini inovatif-kreatif, dan skenario win win," kata Yustinus.

7. Sekali lagi, dana ini bukan milik individu kepala daerah tapi milik Daerah, masuk Kas Daerah, penggunaannya akan diawasi aparat pengawas dan BPKP, termasuk diaudit oleh BPK. Jadi sama sekali bukan upaya hamburkan uang percuma, atau dalih korupsi.

8. Saya tegaskan, itu bukan biaya sosialisasi. Itu DID buat Daerah agar bisa digunakan untuk menangani covid. Mari dorong dan awasi, biar dipakai dengan benar dan tepat. Video itu hanya sarana trade off biar ada insentif dan manfaat buat publik, sekalian sosialisasi.

9. Untuk diketahui, alokasi DID itu Rp 13,5 triliun. Itu didistribusikan ke Daerah secara proporsional. Sebagian kecil, Rp 168 miliar, disalurkan melalui lomba ini.

"Maksud beda, tujuan sama," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Heboh Mahfud MD Gantikan Tito Karnavian, Ini Fakta Lengkapnya


(dob/dob)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading