Ngeri Moral Hazard saat LPS Bisa Langsung Obati Bank Sakit

News - Lidya Julita S & Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
22 June 2020 12:29
Nasabah menukar kartu ATM visa menjadi GPN Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (30/7). Bank Indonesia (BI) dan perbankan menggelar kampanye Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Kegiatan penukaran kartu pada 30 Juli-3 Agustus 2018. Pekan penukaran kartu berlogo GPN merupakan tindak lanjut acara peluncuran bersama kartu berlogo GPN di Jakarta pada 3 Mei 2018. Kartu berlogo GPN diharapkan untuk memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi pada seluruh kanal pembayaran (EDC) yang tersedia, sehingga akan meningkatkan efisiensi waktu dan biaya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Ilustrasi ATM/CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - 
Selama penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, tidak boleh terjadi bank gagal baik sistemik maupun tidak berdampak sistemik.


Untuk mendukung hal tersebut, DPR memutuskan tanggung jawab tersebut di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Bahkan, disepakati akan dirancang sebuah aturan khusus yang bisa menjadi dasar bagi LPS menjalankan amanat tambahan tersebut.



"LPS didorong untuk lebih pro-aktif, untuk dapat masuk lebih awal dalam mengantisipasi terjadinya bank gagal dengan menempatkan dana LPS di Bank bermasalah tersebut," kata Ketua Banggar DPR Said Abdullah seperti dikutip Senin (22/6/2020).



"Penambahan kewenangan yang diberikan kepada LPS, sebagaimana terdapat dalam Pasal 20 ayat (1) point c UU No 2 Tahun 2020."

Nantinya, LPS bisa memberikan suntikan langsung ke bank yang berada di jurang baik sistemik maupun non sistemik.

Said mengatakan, undang-undang yang mengatur LPS selama ini menempatkan LPS sebagai posisi yang sangat pasif. Di mana undang-undang ini hanya memperbolehkan LPS membantu memberikan jaminan kepada nasabah bank, ketika bank itu sudah dinyatakan gagal bayar.

"Problemnya sekarang ini, kalau LPS menunggu bank gagal di tengah kondisi seperti ini, ini akan berbahaya bagi sistem keuangan kita," jelas Said.

Penambahan kewenangan yang diberikan kepada LPS, sebagaimana terdapat dalam Pasal 20 ayat (1) point c UU No 2 Tahun 2020.

Untuk diketahui, dalam UU tersebut, LPS ternyata dapat melakukan pengambilan keputusan yang mendukung KSSK [Komite Stabilitas Sistem Keuangan] untuk melakukan atau tidak melakukan penyelamatan bank selain Bank Sistemik yang dinyatakan sebagai bank gagal.

Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan antara lain kondisi perekonomian, kompleksitas permasalahan bank, kebutuhan waktu penanganan, ketersediaan investor, dan/atau efektivitas penanganan permasalahan bank serta tidak hanya mempertimbangkan perkiraan biaya yang paling rendah (least cost test).

Waspada Moral Hazard

Menurut Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira jika kewenangan LPS tersebut diaktifkan maka harus diwaspadai moral hazard yang bisa timbul. Bahkan bank sakit sebelum pandemi bisa saja langsung disembuhkan LPS.

"Kalau intervensi langsung gawat juga. Bakal ada moral hazard bank yang sengaja mempersulit likuiditas biar disuntik LPS sebelum proses likuidasi normal dong," tegas Bhima.

Beberapa bankir senior yang dihubungi CNBC Indonesia mengaku khawatir dengan adanya kewenangan tersebut. Pasalnya, bank yang sudah sakit sejak lama di tengah pandemi ini bisa saja dijadikan alasan untuk diselamatkan.

"Moral hazard sudah pasti ada terkait keputusan itu. Bank-bank yang sakit bisa saja disuntik dengan alasan takut gagal di masa pandemi. Nah lalu apa tanggung jawab para pemilik modal di bank-bank sakit tersebut. Ini harus hati-hati," papar bankir tersebut.

Sementara, Kepala LPS Lana Soelistianingsih hanya menjawab normatif terkait kewenangan LPS tersebut.

"LPS sebagai bagian dari KSSK ikut menjaga stabilitas sistem keuangan. Kami senantiasa berkoordinasi dengan OJK dalam pemantauan bank-bank. LPS juga senantiasa menjaga langkah-langkah kebijakan LPS sesuai dengan UU LPS, UU PPKSK dan UU nomor 2 tahun 2020," papar Lana.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kesaktian LPS Bertambah: Juru Selamat Bank di Ujung Tanduk


(dru)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading