Proyeksi Terbaru, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI -3,8% di Q2

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
19 June 2020 12:28
Menteri Keuangan Sri Mulyani di acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2020 di The Ritz Carlton Ballroom, Pasific Place, Jakarta, Rabu 26/2/2020. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengatakan kondisi perekonomian Indonesia di kuartal II-2020 paling tertekan akibat pandemi Covid-19. Perekonomian akan anjlok lebih dalam dari kuartal I-2020 yang tercatat 2,97%.

Dari hasil kajian terbaru, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan memproyeksi, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 akan kontraksi tajam minus 3,8%. Angka ini lebih turun dibandingkan proyeksi sebelumnya di kisaran minus 3,1%.

"Kuartal II kita alami tekanan kemungkinan dalam kondisi negatif, BKF bilang minus 3,8%," ujar Sri Mulyani, dalam acara Townhall meeting Kementerian Keuangan, Jumat (19/6/2020).

Menurutnya, perekonomian anjlok pada kuartal II-2020 karena pembatasan sosial yang mulai diterapkan sejak Maret lalu. Dengan pembatasan ini terutama di kota besar seperti DKI Jakarta, maka perputaran perekonomian terhenti.


Ia pun berharap di kuartal III dan IV atau semester II tahun ini akan mulai ada perbaikan dan tidak terjadi gelombang kedua. Terutama karena sudah mulai dilonggarkan pembatasan sosial yang sudah dilakukan 3 bulan terakhir ini.

Untuk mendorong perbaikan perekonomian di kuartal selanjutnya, pemerintah sudah mengeluarkan anggaran yang cukup besar hampir Rp 700 triliun melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat pandemi ini.

"Tidak hanya perubahan anggaran, tapi juga ada PEN untuk bagaimana risikonya dimitigasi dan mulai pikirkan pemulihannya. Jadi kita kejar-kejaran dengan masalah dan memikirkan pemulihannya, itu yang sedang dan terus dilakukan," jelasnya.



[Gambas:Video CNBC]

(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading