Bisnis Pameran Hancur-Hancuran, Rugi Rp 7 T Selama Covid-19

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
19 June 2020 11:55
Deretan Mobil mewah dan termahal mejeng di Indonesia Internasional Motor Show. (CNBC indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sektor Meetings, incentives, conferences and exhibitions (MICE) mengalami kerugian mencapai triliunan rupiah selama 3 bulan pandemi. Industri yang mengandalkan keramaian luluh lantak terkena dampak Covid-19.

Direktur Pertemuan, Insentif, Konvensi & Pameran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Iyung Masrurah menyebut angka kerugian dari sektor ini sudah mencapai Rp 2,69 hingga Rp 6,94 triliun.

"Ada 96,43% acara dilakukan penundaan dan 84,20% lainnya dibatalkan dari 17 Provinsi," kata Iyung kepada CNBC Indonesia, Kamis (18/6).


Akibatnya, 90 ribu pekerja di industri ini harus terkena dampaknya. Sebagian besar diketahui sudah dirumahkan karena perusahaan juga sedang dalam keadaan sulit, tidak mendapat pemasukan.

Meski kerugian sudah berat terasa, namun belum ada sinyal positif kapan industri ini akan kembali jalan. Apalagi angka positif kasus Covid-19 kian hari terus bertambah, yang diperkirakan bakal menambah panjang industri MICE untuk sulit berlari kencang. Di samping itu, banyak klien dari kalangan corporate sedang sama-sama kesulitan keuangan.

"Melihat internasional, pulihnya diperkirakan nggak cepat. Karena sektor corporate sangat terpukul di seluruh dunia. Ketika corporate terpukul, anggaran dari corporate akan terpukul juga," sebut Iyung.

Alhasil, ada sejumlah perbedaan yang diperkirakan terjadi pada industri ini. Baik dari anggaran maupun teknis pelaksanaannya. Perubahan ini menuntut setiap EO untuk bisa beradaptasi dengan gaya baru. Termasuk menerapkan protokol kesehatan wajib bagi para tamu undangan.

"Convention (acara) dari asosiasi (EO) di masa mendatang akan berubah nature-nya. Bisa lebih sedikit pesertanya, atau lebih dekat kota penyelenggaraannya. Hampir semua negara strateginya utamakan domestik dulu baru regional dan global," sebut Iyung.
Iyung Masrurah menyebut kondisi ini memang sangat sulit. Namun, para pelaku usaha diminta untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah agar tidak menjalankan kegiatan yang mengakibatkan berkumpul secara masif.

Meski tidak ada kegiatan yang terselenggara, namun sejumlah persiapan sudah harus dilakukan sejak saat ini. Iyung mengungkapkan ada dua hal yang saat ini sedang disiapkan, yakni menarik kepercayaan masyarakat kembali bahwa protokol kesehatan sudah dijalankan dengan baik dan kedua untuk mendapat kembali pasar seperti sponsor.

"Kerja sama terpadu dengan airlines, hotel dan selenggarakan MICE domestik dulu, dengan catatan promosi bisa dilakukan tapi secara resmi dibuka setelah ada arahan, jadi sangat bergantung pencabutan PSBB Satgas Kemenkes," kata Iyung.

Di sisi lain, pihak EO terus mencari cara agar bisa bertahan. Selain melakukan efisiensi dari internal, tentu perlu juga mendapat pemasukan dari luar. PT. Dyandra Promosindo bahkan mengeluarkan produk webinar yang tetap ditujukan kepada klien di kalangan corporate. Namun, Ia berharap event musiknya beberapa waktu ke depan bisa tetap terlaksana.

"Synchronize Fest kami masih optimistis bisa diselenggarakan di bulan Oktober nanti sebagai festival musik. Semua artis local indonesia jadi sangat ditunggu," sebut Director Dyandra Promosindo Michael Bayu Sumarijanto.

[Gambas:Video CNBC]




[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading