Rumah Kosong Tapi Tagihan Listrik Bengkak? Ini Kata PLN

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
15 June 2020 13:30
PLN memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik dalam perhitungan tagihan rekening listrik bulan Juni 2020. (Dok.PLN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) Bob Saril angkat bicara terkait dengan rumah kosong yang tak dihuni namun tetap ada tagihan listrik.

"Kalau kurang catat, tagihannya tidak hilang ke mana-mana. Misal Juni rumah kosong, kalau ada kelebihan di berita acara akan dikembalikan, atau untuk (pembayaran) bulan-bulan selanjutnya, ini adalah contoh," ujarnya saat webinar dengan tema "Di masa Pandemi Tagihan Listrik Melonjak: Konsumen Sengsara, Bagaimana Nasib Konsumen" di Jakarta, Senin (15/6/2020).

Sebelumnya dia juga menyebut, untuk rumah kosong, dikenakan biaya minimum alias abodemen. Biaya minimum tersebut akan tercatat terus menerus.


"Kalau tidak mau bayar biaya minimum, bisa ganti saja dengan pra bayar," tegasnya.

Beberapa waktu terakhir, PLN menerima banyak aduan terkait dengan lonjakan tagihan listrik. Ada beberapa alasan mengapa hal ini bisa terjadi, salah satunya karena adanya carry over atau tagihan yang harus dibayarkan atas kelebihan pemakaian bulan sebelumnya.

"Kita sesuai dengan standar internasional, menggunakan hitungan rata-rata 3 bulan yaitu Desember, Januari dan Februari yang ini dalam kondisi normal," katanya lagi.

Setelahnya, pandemi Covid-19 datang tanpa bisa diduga yang berakibat ada perubahan pemakaian listrik yang tak sebanding dengan hitungan rata-rata per tiga bulan yang dilakukan.

Lonjakan tagihan listrik tersebut juga karena rumah-rumah kini dihuni oleh orang-orang yang harus tetap di rumah selama pandemi.

"Alasan selanjutnya, bulan Ramadan ada kenaikan pemakaian listrik di rumah tangga sebagaimana yang terjadi tahun sebelumnya. Kenapa? karena lebih banyak kegiatan ditambah PSBB," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading